Cara Meracik Ramuan Empon-Empon untuk Melawan Virus Corona  

Ramuan jahe, kunyit, temulawak, secang, dan kayu manis diyakini bisa mencegah serangan virus corona.

Editor: Sulistiono
Tribun Jogja/Hasan Sakri
Masyarakat menyerbu pedagang empon-empon di Pasar Beringharjo, Rabu (4/3/2020) pagi. 

TRIBUNJAMBI.COM – Ramuan jahe, kunyit, temulawak, secang, dan kayu manis diyakini bisa mencegah serangan virus corona. Ramuan tersebut sering disebut empon-empon. Ramuan ini mengandung curcumin.

Curcumin berfungsi mencegah terjadinya badai sitokin di dalam paru. Sitokin merupakan respons imun terhadap adanya virus. Sitokin merupakan fungsi positif, tetapi punya efek negatif yaitu merusak sel di sebelahnya.

Sitokin inilah yang menyebabkan tubuh menjadi panas kalau seseorang terinfeksi kuman. Namun, efektivitas empon-empon ini baru melalui uji praklinis terhadap tikus.

Uji praklinis itu pun terhadap yang terinfeksi flu burung jenis virus corona lainnya, alias bukan covid-19 yang akhir-akhir ini meneror berbagai negara di dunia dan mematikan.

Nah, bagaimana meracik sajian empon-empon?

Pertama, siapkan empon-empon, bersihkan. Empon-empon ini terdiri dari jahe, kunyit, temulawak, secang, dan kayu manis.

Kedua, rebus empon-empon dengan satu liter air.

Ketiga, setelah beberapa menit dan air rebusan juga sudah mendidih, segera tuangkan ke dalam gelas, dan siap diminum.

Driver Ojek Online Pakai Masker Anti Nuklir, Percaya Mampu Cegah Penularan Virus Corona

Tumbuhan Berakar Serabut Ini Diyakini Bisa Mencegah Virus Corona, Dijual di Pasar Beringharjo Jogja

Sebagaimana diketahui, tumbuhan berakar serabut, semisal jahe,diyakini bisa mencegah virus corona. Kabar tersebut dikaitkan dengan penelitian seorang profesor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Prof Dr drh Chairul Anwar Nidom.

Tak hanya jahe, tapi juga bisa mengonsumsi kunyit, temulawak, secang, dan kayu manis. Di Jogja (Yogyakarta, red), ramuan jahe, temulawak, kunyit, secang, dan kayu manis ini banyak ditemui di Pasar Beringharjo.

Pedagang empon-empon pun menjadi buruan sejak kabar merebaknya vorus corona akhir-akhir ini. Banyak sekali pesanan, harganya pun ikut melambung. Banyaknya permintaan empon-empon di pasar, membuat Purwoto (49), mencetuskan ide.

Pedagang empon-empon kering siap pakai di Pasar Beringharjo ini mengemas empon-empon dan diberi nama “Empon-Empon Corona”.

Deretan Benda yang Jadi Media Penyebaran Virus Corona - Mulai Uang Kertas hingga Telepon

Cara Membuat Masker & Hand Sanitizer di Rumah, Ingat Cuci Tangan Lebih Efektif Cegah Virus Corona!

Empon-empon kering seperti jahe hingga temulawak biasanya ia wadahi dalam kemasan yang berbeda-beda.

Agar tak repot menimbang setiap ada pembeli datang, ia pun mengemas berbagai empon-empon tersebut jadi satu dan ia beri nama Empon-empon Corona. Satu plastiknya ia jual Rp10.000.

"Biasanya kita plastiki sendiri-sendiri. Jahe sendiri, temulawak sendiri. Kita kemas jadi satu, kita jumputi sedikit-sedikit jadi satu. Lalu kita jual 10 ribu sudah komplet. Nggak usah beli per ons kan ribet, sudah satu paket," urai Purwoto.

Ia mengaku baru mengemas Empon-empon Corona pada Rabu (4/3/2020) untuk ia jual.

"Baru tadi kita bikin ini," tuturnya.

Komposisi empon-empon corona ini terdiri dari jahe, kunyit, temulawak, secang, dan kayu manis.

Sebelum dikonsumsi, seluruh bahan tersebut direbus dengan satu liter air.

Jumlah tersebut dapat dikonsumsi selama lima hari.

Hampir mirip dengan komposisi wedang uwuh, Purwoto mengatakan ada bahan wedang uwuh yang tak terdapat di empon-empon corona.

"Beda dengan wedang uwuh. Kalau wedang uwuh ada daun cengkeh, daun kayu manis, jahe basah, sama ada gula batu," terangnya.

Kelakuan Nagita Slavina Saat Ditegur Mahasiswa di Wuhan China, Istri Raffi Ahmad Bahas Virus Corona

Bahas Virus Corona, Effendi Gazali Sentil Para Staf Khusus Milenial Jokowi: Mudah-mudahan Keluar

Diserbu pembeli

Pedagang empon-empon di Pasar Beringharjo dagangannya laris diserbu pembeli pada Rabu (4/3/2020).

Pembeli pun meningkat hingga empat kali lipat dibanding hari biasanya.

"Bisa meningkat 3-4 kali lipat. Mungkin karena pengaruh berita-berita itu. Saya aja nggak tau, kok tiba-tiba datang sebanyak ini dan sudah sejak kemarin. Padahal stoknya nggak banyak," ungkap Rika (43) seorang pedagang empon-empon di Pasar Beringharjo, Rabu (4/3/2020).

Ada satu jenis empon-empon yang harganya lumayan melambung yakni temulawak. Sementara jahe merah dan jahe biasa tak terlalu banyak mengalami kenaikan harga.

"Harganya naik, cuma nggak sampai dua kali lipat, cuma sedikit. Yang paling tinggi naik temulawak dari Rp5.000 jadi Rp15.000-Rp20.000 per kilogramnya," ujarnya.

Lanjutnya, jahe merah per kilogram mulanya Rp55.000 menjadi Rp60.000.

Sedangkan jahe biasa dari Rp45.000 menjadi Rp50.000. Disusul serai dari Rp15.000 menjadi Rp20.000.

Rika menyebut, ia mengambil stok dari Kulonprogo, Magelang, hingga Wonosari.

Update Virus Corona Global, Menjangkit 80 Negara, 92.880 Terinfeksi, 3.168 Meninggal, 47.473 Sembuh
Update Virus Corona Global, Menjangkit 80 Negara, 92.880 Terinfeksi, 3.168 Meninggal, 47.473 Sembuh (Thewuhanvirus.com)

Banyaknya permintaan ini ia akui berpengaruh ke harga karena stok yang ia miliki terbatas.

"Karena sini kan kosong, terus mintanya mendadak, terus dari sananya sudah dinaikkan sedikit," kata dia.

Disinggung soal kemungkinan makin naiknya harga empon-empon di hari-hari berikutnya, Rika mengaku tak tahu pasti.

"Kalau naik, kayaknya enggak. Kurang tau juga," jelasnya.

Rika mengaku terkejut dengan banyaknya pembeli di kiosnya.

Pada hari biasa, ia hanya kedatangan pembeli seperti penjual jamu dan pedagang di pasar kecil.

 "Sehari-hari ada yang beli, yang kulakan bakul jamu sama pedagang di pasar kecil. Baru ini rame, lebaran aja nggak kayak gini," tutupnya. (tribunjambi.com)

 Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Penjelasan Ahli Soal Mpon-mpon yang Disebut Bisa Tangkal Virus Corona,

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved