Hotman Paris Singgung Pemerintah, Beberapa Menit Mendadak Postingannya Dihapus, Begini Isinya
Terlebih, belum adanya kebijkan tegas pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi yang melarang Warga Negara Asing (WNA) berkunjung ke Indonesia.
Namun sayang, postingan Hotman Paris hanya bertahan beberapa menit. Statusnya dihapus tanpa sebab.
https://www.instagram.com/p/B9Qo560FJG_/
Hotman Paris Peringati Pemerintahan Jokowi
Kekhawatiran Hotman Paris terkait merebaknya virus corona sudah lama disampaikan sejak mewabah di Wuhan, China pada akhir Januari 2020 lalu.
Apalagi diketahui virus corona menyebar dengan cepat dan membunuh ribuan orang saat ini.
Pengacara kondang itu pun terkejut ketika mendapati masih ada penerbangan melayani dari dan menuju Indonesia.
Kepanikannya itu terlihat dari sebuah pemberitaan yang berjudul 'Masih ada pesawat berangkat dari Denpasar-Wuhan, ini penjelasan Lion Air' pada Minggu (26/1/2020).
Lewat akun Instagramnya @hotmanparisofficial; pada Senin (27/1/2020), Hotman Paris meminta klarifikasi pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Sebab, menurutnya, seluruh penerbangan dari China menuju Indonesia ataupun sebaliknya harus ditiadakan.
Hal tersebut bertujuan agar virus corona yang mematikan tidak menyebar luas ke Indonesia.
"Bapak Menteri Perhubungan dan Menteri Kesehatan: ini benar berita ini???," tanya Hotman lewat status Instagramnya @hotmanparisofficial pada Senin (27/1/2020) pagi.
• Harga Sawit di Jambi Ikut Tergoncang AKibat Corona, Daftar Harga TBS hingga 05 Maret 2020
• Gebby Vesta Ungkap Keinginan Bila Wafat Dikubur Secara Laki-laki, Ini Nasib Implan Payudaranya
Korban Virus Corona Berjatuhan Mirip Zombie
Walau Presiden Republik Indoensia, Joko Widodo telah menyampaikan status siaga dengan memasang alat pendeteksi virus corona, Hotman Paris Hutapea tetap tidak puas.
Pengacaran kondang itu pun mempertanyakan alasan mengapa Pemerintahan Jokowi masih memperbolehkan penerbangan dari Wuha, China menuju Denpasar, Bali, Indonesia.
Padahal Wuhan diketahui merupakan kota pertama penemuan virus corona selama sepekan belakangan.