Cegah Penyebaran Virus Corona, Warga Sarolangun Diimbau Hindari Keramaian
Masyarakat di Sarolangun mulai waspada pada penyebaran virus corona. Meski demikian diimbau untuk tidak panik.
Penulis: Wahyu Herliyanto | Editor: Teguh Suprayitno
Cegah Penyebaran Virus Corona, Warga Sarolangun Diimbau Hindari Keramaian
TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN-Masyarakat di Sarolangun mulai waspada pada penyebaran virus corona. Meski demikian diimbau untuk tidak panik.
"Masyarakat sementara ini tidak terlalu khawatir, tetapi sudah mulai waspada, masker juga belum terlalu sulit ditemukan," kata warga, Eri, Rabu (4/3).
Pihak Dinas Kesehatan Sarolangun menjelaskan jika pencegahan penyakit menular pada prinsipnya adalah kemampuan daya tahan tubuh terhadap virus.
Melainkan, faktor daya tahan tubuh menyebabkan manusia rentan terhadap penularan dan menyebabkan sakit.
Pola hidup bersih dan sehat adalah yang utama dalam mencegah penyakit menular.
• Sekilas Tampak Mirip Begini Perbedaan Flu Biasa dan Virus Corona yang Wajib Diketahui!
• Dirut RSPI Ungkap Kondisi Terkini Dua Pasien Positif Corona, Alhamdulillah Membaik
• Terungkap Alasan Pedagang yang Jual Hewan Liar di Pasar Tomohon Tak Takut Virus Corona
Hal ini dapat dimulai dengan langkah sederhana dalam kehidupan, seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
"Setiap kali melakukan kegiatan yang berhubungan dengan diri sendiri, misalnya sebelum dan sesudah menyeka bagian tubuh yang mengandung selaput mukosa seperti mata, hidung dan mulut," ujar Kepala Dinas Kesehatan Sarolangun, Bambang.
Lanjutnya, tubuh juga perlu makanan bergizi seimbang dan beristirahat dengan cukup. Makan sayur dan buah, air putih 8 gelas sehari.
Sediakan juga selalu alat dan bahan sebagai pelindung diri utuk mengurangi kemungkinan tertular oleh penyakit seperti masker hidung dan cairan anti septik.
Pihaknya berharap masyarakat dapat menahan diri agar tidak bepergian ke luar kota, terutama ke Jakarta. Dan juga dapat mengurangi kunjungan ke tempat-tempat umum, seperti rumah sakit, terminal, pasar dan bandara.
"Hindari juga pertemuan dengan skala besar, apabila mengalami panas tinggi, batuk, pilek, nafas sesak dan ada riwayat bepergian ke luar kota terutama Jakarta, maka segera kunjungi puskesmas atau rumah sakit terdekat," ujarnya.
Jika saat ini persediaan masker sudah mulai berkurang, hanya saja untuk Sarolangun masih ada.
"Yo masker dimana-mana kurang. Sarolangun masih ada, tapi kalau untuk semua tidak cukup," katanya.