Virus Corona
10 Mitos Tentang Virus Corona yang Tak Boleh Dipercaya Begitu Saja Kebenarannya!
Tahukah jika Covid-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 telah menginfeksi hampir 90.000 orang di seluruh dunia.
Belum tentu. Para ilmuwan telah menghitung angka reproduksi dasar atau disebut R0 (diucapkan R-nol).
R0 memprediksi jumlah orang yang dapat tertular virus dari satu orang yang terinfeksi. Saat ini, R0 untuk SARS-CoV02 - virus penyebab penyakit Covid-19 - diperkirakan sekitar 2,2.
Artinya, satu orang yang terinfeksi dapat menginfeksi sekitar 2,2 orang lainnya.
Sebagai perbandingan, flu biasa memiliki R0 1,3.
Selagi tidak ada vaksin untuk mencegah Covid-19, ahli mengatakan bahwa vaksin flu musiman untuk mencegah influenza relatif baik, meski formulasinya tidak cocok dengan strain virus yang beredar.
• 18 Kades yang Belum Laporkan SPJ 2018, Bakal Terseret Hukum Al Haris Minta PMD Ajukan Revisi Perbup
3. Mitos: SARS-Cov-2 hanya virus flu biasa yang bermutasi
Pernyataan ini sangat salah.
Virus corona adalah keluarga besar virus yang mencakup banyak penyakit berbeda.
SARS-CoV-2 memang memiliki kesamaan dengan virus corona lain, empat di antaranya dapat menyebabkan flu biasa.
Kelima virus memiliki proyeksi runcing pada permukaannya dan memanfaatkan apa yang disebut protein lonjakan untuk menginfeksi sel inang.
Namun, keempat virus corona yang bernama 229E, NL63, OC43 dan HKU1 semuanya menginfeksi manusia sebagai host utama mereka.
SARS-CoV-2 berbagi sekitar 90 persen dari materi genetiknya dengan coronavirus yang menginfeksi kelelawar, yang menunjukkan bahwa virus tersebut berasal dari kelelawar dan kemudian melompat ke manusia.
Bukti menunjukkan bahwa virus melewati hewan perantara sebelum menginfeksi manusia.
Demikian pula, virus SARS melompat dari kelelawar ke musang (mamalia kecil, nokturnal) dalam perjalanannya ke manusia, sedangkan MERS menginfeksi unta sebelum menyebar ke manusia.
4. Mitos: Virus SARS-CoV-2 terbentuk di laboratorium
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/03032020_corona.jpg)