Breaking News:

Virus Corona

10 Mitos Tentang Virus Corona yang Tak Boleh Dipercaya Begitu Saja Kebenarannya!

Tahukah jika Covid-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 telah menginfeksi hampir 90.000 orang di seluruh dunia.

Chinatopix via AP
Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran meninggal akibat virus corona. 

TRIBUNJAMBI.COM - Tahukah jika Covid-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 telah menginfeksi hampir 90.000 orang di seluruh dunia.

Senin (2/3/2020), Presiden Jokowi mengonfirmasi dua kasus Covid-19 baru di Indonesia.

Seiring dengan pemberitaan tersebut, aneka kabar burung menyebar luas di dunia maya.

Berikut adalah 11 mitos atau rumor yang salah terkait wabah Covid-19 dan sebenarnya bisa berbahaya, seperti dilansir Live Science, Sabtu (29/3/2020). 

VIDEO: Begini Kondisi Wuhan yang Diisolasi dan Warganya Dikarantina, Bak Kota Mati, Jalanan Kosong

 

1. Mitos: Masker wajah dapat melindungi diri dari virus

Bintang Kpop pakai masker saat di bandara
ilustrasi pakai masker saat di bandara (Grid.id)

Penting diketahui, masker bedah standar tidak dapat melindungi diri dari SARS-CoV-2.

Pasalnya, masker wajah tidak dirancang untuk memblokir partikel virus untuk mengenai wajah.

Namun, masker dapat membantu mencegah orang yang terinfeksi menyebarkan virus ke orang lain dengan memblokir percikan partikel pernapasan yang dikeluarkan dari mulut.

Ini artinya, tidak semua orang perlu mengenakan masker.

Dilansir dari laman Forbes, spesialis pencegahan infeksi Eli Perencevich, MD, seorang profesor kedokteran dan epidemiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Iowa mengatakan bahwa orang sehat tidak membutuhkan masker wajah jenis apapun.

Halaman
1234
Editor: Heri Prihartono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved