VIDEO: Akibat Covid-19, Tujuh Warga Tanjab Barat Tertunda Berangkat Umrah
Pelarangan jemaah umrah asal Indonesia oleh pemerintah Arab Saudi sejak 27 Februari 2020 mulai berdampak pada jemaah umrah asal kabupaten Tanjab Barat
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Teguh Suprayitno
VIDEO: Akibat Covid-19, Tujuh Warga Tanjab Barat Tertunda Berangkat Umrah
TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Pelarangan jemaah umrah asal Indonesia oleh pemerintah Arab Saudi sejak 27 Februari 2020 mulai berdampak pada jemaah umrah asal kabupaten Tanjab Barat.
Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Yayasan Nurul Haramain Kuala Tungkal, H Harmen R menyebutkan ada tujuh orang calon jemaah umrah yang akan berangkat melalui yayasannya tertunda hingga batas waktu tidak tentu.
Meski demikian, Harmen menilai penundaan tersebut memiliki nilai positif sehingga perlu diapresiasi. Sebab dengan penundaan itu bisa menghentikan penyebaran virus Covid-19 di seluruh dunia.
• Fachrori Imbau Masyarakat Jambi Siaga Terhadap Virus Corona, Tak Perlu Panik
• Keberangkatan 29 Jemaah Umrah Batanghari Ditunda Akibat Virus Corona
• VIDEO: Kenali Gejala Virus Corona, Begini Ciri-ciri dan Pencegahannya
"Bagus sekali, kalau kita berangkatkan kalau umpamanya ada yang terkena virus corona dan pindah ke Jemaah kita kan jadi bermasalah kita. Jadi saya mendukung ditunda seperti ini," ujarnya.
Hal itu disampaikannya guna mendukung pemerintah menghentikan peredaran virus corona. Sehingga dia tidak berharap keputusan itu dicabut sesegera mungkin secara tergesa-gesa. Namun harus dipastikan benar-benar steril dan bebas virus.
Jemaah yang seharusnya berangkat pada 12 Maret 2020 mendatang telah disampaikan kepada peserta akan tertunda sementara karena virus corona. Atas penyampaian tersebut telah diterima dengan baik oleh jemaah.
"Sudah kita jelaskan ke jemaah, Alhamdulillah jemaah mengerti," ujarnya.
Sementara Hendra Kusuma, Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Tanjab Barat mengharapkan masyarakat untuk bersabar dan menunggu informasi dari pemerintah pusat. Sebab keputusan pemerintah terhadap penundaan tersebut merupakan yang terbaik.
"Untuk sementara semua urusan yang berhubungan dengan ibadah Umrah kita cancel dulu. Kita menunggu rekomendasi dari pusat," katanya.
Dia mengajak masyarakat untuk patuh dan menaati keputusan tersebut. Sebab tindakan itu diambil guna menghentikan penyebaran Covid-19. (Darwin Sijabat/ Tribunjambi.com)