Musibah Banjir

Pengendara Bayar Rp20 Ribu Sekali Angkut, Jalan Putus di Gedong Karya

Beberapa titik lokasi di Kabupaten Muarojambi mulai terkena dampak dari turunnya hujan yang terjadi beberapa hari terakhir.

Pengendara Bayar Rp20 Ribu Sekali Angkut, Jalan Putus di Gedong Karya
Tribunjambi/Zulkifli
Warga harus mengangkut sepeda motor menggunakan rakit akibat jalan di wilayah Kumpeh, Muarojambi terendam banjir. 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Beberapa titik lokasi di Kabupaten Muarojambi mulai terkena dampak dari turunnya hujan yang terjadi beberapa hari terakhir. Diantaranya di Jebus dan Gedong Karya yang ada di Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muarojambi.

Jalan lintas di Kecamatan Kumpeh sebagai jalan penghubung menuju Sabak, Tanjung Jabung Timur sudah beberapa minggu terakhir terputus. Jalan ini tidak bisa dilintasi baik pejalan kaki, kendaraan roda dua bahkan roda empat sekalipun.

Jika pun memang ada kendaraan roda empat yang melintas, mereka melintas dengan memaksakan diri, karena memang tidak ada akses jalan lain. Sementara untuk kendaraa roda dua, sama sekali tidak bisa melintas, jika pun memang memaksa akan berdampak pada mesin kendaraan yang mati, karena ketinggian air yang mencapai 1 meter.

Hal ini diungkapkan Mirna, warga sekitar saat dikonfirmasi Tribun Kamis (26/2). Ia menyebutkan, kondisi ini memang setiap tahun terjadi saat memasuki musim penghujan.

"Pokoknya jalan di Gedong itu langganan banjir di setiap musim hujan, karena memang di sana itu daerahnya rendah. Kondisi sekarang itu, jalan putus. Motor sama sekali tidak bisa lewat, mobil itu berani-berani be lewat, tergantung kondisi mobil jugo kek mana," terangnya.

Kondisi saat ini setidaknya ada sekitar 1 kilometer jalan yang putus akibat tergenang air. Untuk motor yang ingin melintasi jalan tersebut ada sewa rakit yang memang sengaja dibuat oleh masyarakat sekitar untuk mengangkut kendaraan motor.

"Kalau motor nak lewat pakek rakit itu bayar. Sekali lewat itu bayar Rp15 sampai 20 ribu. Mau dak maulah orang itu bayar, dari pada menerobos risiko mati mesin itu lah," terangnya.

Warga lainnya Nawan menyebutkan, jika hujan terus-menerus mengguyur daerah sekitar, maka ada satu titik jalan lain yang biasanya akan ikut tergenang air yang juga berdampak pada jalan yang tidak bisa dilalui kendaraan.

"Ini masih kecil, belum parah airnya ni. Kalau hujan terus selama satu minggu ini, nanti ada lagi jalan di Gedong ini yang bakal terendam lagi dan mau dak mau kalau motor pakai rakit buat melintas," ungkapnya.

Untuk dampak pada rumah warga sampai dengan saat ini kata Nawan belum terdampak. Kondisi air memang sudah berada dibawah rumah-rumah warga yang notabennya rumah panggung, yang biasanya jika tidak memasuki musim hujan tidak akan tergenang.

“Kondisi sekarang air itu naik surut, kemarin pertengahan bulan ada naik, tapi kalau untuk sekarang masih biasa," pungkasnya.
Di sisi lain, terhadap kondisi jalan putus yang terus terjadi di Desa Gedong, warga meminta untuk dilakukan peninggian pada badan jalan. Kondisi ini menurut warga selain karena intensitas hujan, karena badan yang rendah juga menyebabkan jalan terputus.

Penulis: samsul
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved