Jalan Lintas Kumpeh Putus Terendam Banjir, Warga Harus Bayar Rp20 Ribu Setiap Melintas

Jalan lintas di Kecamatan Kumpeh sebagai jalan penghubung jalan menuju Sabak, Tanjung Jabung Timur sudah beberapa minggu terakhir terputus.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Samsul Bahri
Jalan di Kumpeh putus terendam banjir. Warga yang melintas harus membayar Rp15-20 ribu untuk sewa rakit. 

Jalan Lintas Kumpeh Putus Terendam Banjir, Warga Harus Bayar Rp20 Ribu Setiap Melintas

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Beberapa titik tempat di Kabupaten Muarojambi mulai terkena dampak dari turunnya hujan yang terjadi beberapa waktu lalu di wilayah Kabupaten Muarojambi. Satu diantaranya ada di Jebus dan Gedong karya yang ada di Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muarojambi.

Jalan lintas di Kecamatan Kumpeh sebagai jalan penghubung jalan menuju Sabak, Tanjung Jabung Timur sudah beberapa minggu terakhir terputus. Jalan ini tidak bisa di lintasi baik pejalan kaki, kendaraan roda dua bahkan roda empat sekalipun.

Jika pun memang ada kendaraan roda empat yang melintas, mereka melintas dengan memaksakan diri, karena memang tidak ada akses jalan lain. Sementara untuk kendaraa roda dua, sama sekali tidak bisa melintas, jika pun memang memaksa akan berdampak pada mesin kendaraan yang mati, karena ketinggian air yang mencapai 1 meter.

Kombinasikan Budaya Jambi dengan Teknologi, Pelajar Sarolangun Jadi Wakil Indonesia ke Rumania

Sekda Muarojambi Sambut Kedatangan Investor Asing Asal Jepang

Harga Emas Antam Naik di Level Rp 813.000 per Gram

Hal inilah yang diungkapkan oleh Mirna warga sekitar saat dikonfirmasi oleh Tribunjambi.com, Kamis (26/2). Ia menyebutkan bahwa kondisi ini memang setiap tahun terjadi di saat memasuki musim penghujan.

"Pokoknya jalan di Gedong itu langganan banjir kalo setiap musim hujan, karena memang di sana itu daerahnya rendah. Kondisi sekarang itu, jalan putus. Motor sama sekali tidak bisa lewat, mobil itu berani-berani be lewat, tergantung kondisi mobil jugo kek mana," terangnya.

Kondisi saat ini setidaknya ada sekitar 1 kilo meter jalan yang putus akibat tergenang oleh air. Untuk motor yang ingin melintasi jalan tersebut, kata Mirna ada sewa rakit yang memang sengaja dibuat oleh masyarakat sekitar untuk mengangkut kendaraan motor.

"Kalo motor nak lewat pakek rakit itu bayar. Sekali lewat itu bayar Rp15 sampai 20 ribu. Mau dak maulah orang itu bayar, dari pada menerobos resiko mati mesin itu lah," terangnya.

Sementara itu, ditambahkan oleh Nawan warga sekitar menyebutkan bahwa jika hujan terus menerus mengguyur daerah sekitar, maka ada satu titik jalan lain yang biasanya akan ikut tergenang air yang juga berdampak pada jalan yang tidak bisa dilalui kendaraan.

"Ini masih kecil, belum parah airnya ni. Kalo hujan terus selama satu minggu ini, nanti ada lagi jalan di Gedong ini yang bakal terendam lagi dan mau dak mau kalo motor pakai rakit buat melintas," ungkapnya.

Untuk dampak pada rumah warga sampai dengan saat ini kata Nawan belum terdampak. Kondisi air memang sudah berada di bawah rumah-rumah warga yang notabennya rumah panggung, yang biasanya jika tidak memasuki musim hujan tidak akan tergenang.

"Kalau sampai rumah itu belum ada, paling itu sampai ke halaman rumah, atau yang panggung itu sudah ada air di bawah rumah. Paling tinggi itu dekat-dekat sore karena air pasang. Kondisi sekarang air itu naik surut, kemarin pertengahan bulan ada naik, tapi kalo untuk sekarang masih biasa," pungkasnya.

Di sisi lain, terhadap kondisi jalan putus yang terus terjadi di Desa Gedong, warga meminta untuk dilakukan peninggian pada badan jalan. Kondisi ini menurut warga selain karena intensitas hujan, karena badan yang rendah juga menyebabkan jalan terputus.

"Kalo jalan ini tinggi kami rasa dengan hujan yang tidak terlalu sering tidak bakal putus lah jalan ini. Ini karena memang jalan yang rendah. Kita minta tinggikan lah, karena susah kami nak lewat kalau mau ke Jambi atau sebaliknya, bisapun harus bayar bolak balik," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved