Tiga Desa dan Dusun di Muarojambi Masuk Area Black Spot, Daerah Tanpa Sinyal Provider
Setidaknya ada 189 tower telekomunikasi milik swasta di sejumlah wilayah Kabupaten Muarojambi.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Teguh Suprayitno
Tiga Desa dan Dusun di Muarojambi Masuk Area Black Spot, Daerah Tanpa Sinyal Provider
TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Setidaknya ada 189 tower telekomunikasi milik swasta di sejumlah wilayah Kabupaten Muarojambi. Hal ini disampaikan oleh Zuhri, Kabid pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik.
Zuhri menyebutkan bahwa 189 tower tersebut kesemuanya aktif artinya telah terpasang dengan sejumlah Provider. Namun baru-baru ini pihaknya turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan sejumlah wilayah yang masih dalam kategori black spot.
"Jadi dari hasil kita turun ke lapangan beberapa waktu lalu, dari 11 kecamatan yang ada di Kabupaten Muarojambi memang masih ada dua Kecamatan yang tergolong black spot, artinya sama sekali tidak ada sinyal atau susah sinyal," ujarnya, Rabu (26/2).
• Comander Wish, Kapolres Muarojambi Minta Jajaran Petakan Daerah Rawan Karhutla
• Aklamasi, Abdurahman Jamalia Terpilih Jadi Ketua BPC Gapensi Tanjab Barat 2020-2025
• Maju di Pilkada Tanjab Barat, Amir Sakib Gandeng Ketua DPD II Golkar
Lebih lanjut diterangkannya dua Kecamatan tersebut yakni Kecamatan Bahar Selatan dan Kumpeh. Untuk Kecamatan Bahar, Zuhri menyebutkan bahwa Kecamatan Bahar Selatan ada di Desa Tanjung Lebar yang terdiri dari tiga dusun, sedangkan untuk Kecamatan Kumpeh ada di tiga desa.
"Jadi di Bahar itu ada daerah Sungai Bahar, yang secara umum sudah ada sinyal tapi kendala mereka ketika mati lampu, otomatis sinyal hilang karena memang tidak ada listrik cadangan," sebutnya.
"Kemudian Bahar selatan itu area black spot di Desa Tanjung Lebar yang terdiri dari tiga dusun yaitu Dusun Sungai Beruang, Tanjung Melati, dan Pangkalan Ranjau. Untuk Kumpeh ada di Desa Rantau Panjang, Londrang, Rondang. Itu dia dia muncul sinyal tapi harus cari-cari dulu," jelas Zuhri.