Kasus Mantan Kakanwil Kemenag Jambi

Ini Hal yang Memberatkan Tuntutan Tiga Rekanan Korupsi Proyek Asrama Haji Jambi

Tiga pihak rekanan mendapat tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Jambi pada persidangan Senin (24/2/2020).

Tribunjambi/Dedy Nurdin
Tujuh Terdakwa korupsi pembangunan Asrama Haji Jambi tahun 2016 menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Jambi. Senin (24/2/2020). Di persidangan ini, M Taher Rahman mantan Kakanwil Kemenag Provinsi Jambi dituntut 8 tahun penjara 

Ini Hal yang Memberatkan Tuntutan Tiga Rekanan Korupsi Proyek Asrama Haji Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sidang korupsi proyek pembangunan Asrama Haji Jambi tahun 2016, sampai pada tahap penuntutan.

Tiga pihak rekanan mendapat tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Jambi pada persidangan Senin (24/2/2020).

Secara keseluruan, ada tujuh terdakwa menjalani sidang tuntutan yang digelar secara terpisah.

Tiga pihak rekanan yaitu, Tendrisyah, Johan Arifin Muba dan Mulyadi alias Edo, dituntut terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan primair, Pasal 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20/2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana.

Nasib Diding Boneng Si Hansip Komplek Warkop DKI yang Bikin Mengelus Dada, Lama Tak Muncul

Ingatkah 10 Wanita Cantik di Film Warkop DKI? Begini kondisinya Sekarang setelah 30 Tahun Lebih

BREAKING NEWS Diduga Masalah Perempuan, Tawuran Pecah, Siswa SMKN 3 Lempari Gedung SMK I Kota Jambi

JPU Kejati Jambi, Putu Eka Suyanta, mengajukan tuntutan agar majelis hakim menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Tendrisyah dengan sembilan tahun penjara, denda Rp 500 juta subsider enam bulan 6 penjara.

JPU Kejati juga menuntut pidana tambahan berupa uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 2,374 miliar subsider enam tahun penjara.

Untuk terdakwa Johan Arifin Muba dituntut dengan delapan tahun enam bulan penjara, denda Rp 500 juta subsider enam bulan penjara tanpa uang pengganti.

Sementara pada terdakwa Mulyadi alias Edo, JPU menuntut delapan tahun enam bulan pejara denda Rp 500 juta subsider enam bulan penjara.
Serta uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 541 juta subsider enam tahun penjara.

"Pertimbangan yang memberatkan bahwa terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi sehingga Menyebabkan kerugian negara," ujar Jaksa membacakan tuntutan.

Seperti diketahui, dalam kasus ini, kerugian negara pada proyek pembangunan asrama haji mencapai Rp 11,7 miliar dari proyek bernilai Rp 53,7 miliar.

Tendrisyah merupakan subkontraktor dalam pembangunan revitalisasi dan pengembangan asrama haji.

Arifin Muba selaku pemilik proyek pembangunan sementara Mulyadi alias Edo, adalah Direktur PT Guna Karya Nusantara (GKN) Cabang Banten.

Kadis PU Sayangkan Pernyataan Dewan Soal Infrastruktur di Muarojambi yang Disebut Tanpa Perencanaan

Kelakuan Aneh Pencuri Pakaian Dalam, Diintai Warga Usai Mencuri dan Lakukan Hal Mengejutkan Ini

Kasus korupsi proyek asrama haji ini juga menyeret mantan Kakanwil Kemenag Provinsi Jambi, M Tahir Rahman dan dua ASN yang menjadi stafnya.(Dedy Nurdin)

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved