Berita Tanjab Barat

Bantu Program BUMDes dan Kelompok Tani, Disbunnak Tanjab Barat Bantu 300 Ekor Sapi

Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat pengadaan 300 ekor sapi bantu Kelompok Tani dan Badan Usaha milik Desa (Bumdes)

Bantu Program BUMDes dan Kelompok Tani, Disbunnak Tanjab Barat Bantu 300 Ekor Sapi
tribunjambi/darwin
Kepala Bidang Peternakan, Dinas Perkebunan dan Peternakan Tanjab Barat, Rimon F Harianja 

Bantu Program Bumdes dan Kelompok Tani, Disbunnak Tanjab Barat Bantu 300 Ekor Sapi

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat pengadaan 300 ekor sapi bantu Kelompok Tani dan Badan Usaha milik Desa (Bumdes).

Rimon Harianja, Kabid Peternakan, Dinas Perkebunan dan Peternakan Tanjab Barat mengatakan dalam mendukung aktivitas peternak dalam kelompok tani, pemerintah akan memberikan bantuan sapi.

Pemberian tersebut secara bertahap di 13 kecamatan yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun 2020 ini pemerintah juga turut memberikan bantuan kepada Bumdes yang terbilang sukses dibidang kompos. Bantuan itu diharapkan dapat memenuhi bahan pokok berupa kotoran sapi.

"Tahun ini kita adakan 300 ekor, penerimanya ada kelompok tani, ada juga Badan usaha milik desa (Bumdes). Mereka mengajukan permohonan untuk mendukung kegiatan," ujarnya Rimon.

Viral, Aksi Pemancing Ini Selamatkan Puluhan Pramuka SMPN 1 Turi, Berbekal Alat Seadanya

Sebanyak 21 Narapidana Kelompok SMB Dititipkan di Lapas Klas IIB Kuala Tungkal

Pembagiannya 300 Sapi tersebut yaitu di Kecamatan Muara Papalik sebanyak 10 ekor. Kecamatan Tebing Tinggi dibagi tiga, sebanyak 100 ekor untuk Dusun Delima, Purwodadi 90 ekor, dan Dataran Kempas 100 ekor.

Pembagian itu berbeda dari tahun sebelumnya yang dibagi ke 12 titik sebanyak 200 ekor. Ke 12 titik itu terdapat di Kecamatan Tungkal Ilir, Pengabuan, Muara Papalik, Renah, Tebing Tinggi, Batang Asam.

Ada beberapa kriteria bagi Bumdes atau kelompok tani yang hendak mendapatkan bantuan. Diantaranya mendapatkan rekomendasi dari penyuluh, Kepala desa, serta terdaftar. Sapi yang diberikan tersebut pun tidak boleh dijual ataupun dipotong. Jika itu terjadi maka kelompok tersebut wajib menggantinya.

Hanya Begini Jawaban Laudya Cynthia Bella saat Ditanya Soal Dirinya Hapus Foto Suami di Media Sosial

"Kita memilih yang siap, bukan mau. Kalau mau banyak. Sapi tidak boleh dijual dan dipotong, mereka harus tandatangani memorandum. Kalau ada yang jual, berarti harus diganti," tandasnya. (Darwin Sijabat/ Tribunjambi.com)

Viral Video Pria Ditilang, Ngamuk Banting Motor

FOLLOW INSTAGRAM TRIBUN JAMBI:

.

Penulis: Darwin
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved