Gaya Hidup yang Salah dapat Sebabkan Hipertensi

Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah di atas 140/90. Tekanan darah tinggi sering kali tidak menunjukkan gejala.

Gaya Hidup yang Salah dapat Sebabkan Hipertensi
ist
dr. Septiyanti,Sp.PD, FINASIM, dokter yang bertugas di RS Abdul Manap, Kota Jambi. 

Gaya Hidup yang Salah dapat Sebabkan Hipertensi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI -Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah di atas 140/90. Tekanan darah tinggi sering kali tidak menunjukkan gejala. Seiring waktu, jika tidak diobati, dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti penyakit jantung dan stroke.

dr. Septiyanti,Sp.PD, FINASIM, dokter yang bertugas di RS Abdul Manap Jambi menjelaskan faktor risiko hipertensi ada 2, faktor risiko yang tidak dapat diubah seperti umur, jenis kelamin dan genetik. Dan faktor risiko yang dapat diubah seperti merokok, konsumsi garam berlebih, berat badan berlebih, diet rendah serta, kurag aktivitas fisik, konsumsi alkohol, kolesterol tinggi, stress, punya penyakit tertentu seperti diabetes mellitus, penyakit jantung dan lainnya.

Ada tiga pilar pengobatan darah tinggi yaitu memperbaiki gaya hidup, olahraga dan mengkonsumsi obat-obatan hipertensi tergantung tingkat keparahan hipertensi.

Penyebab Hipertensi Sering Tidak Diketahui, Awas Risiko Jantung dan Stroke

Besok Terakhir Pendaftaran, Jalur Independen Pilwako Sungai Penuh Belum Ada Peminat

Hindari Kecurangan, Tahun Ini Semua PPDB SMAN di Jambi Online

“Kalau sudah didiagnosa hipertensi maka seseorang harus berobat seumur hidup. Misalkan seseorang yang hipertensi kemudian berobat dan mendapatkan tensi normal maka ia beranggapan bahwa ia sembuh padahal tekanan darah normal tersebut karena pengaruh obat,” paparnya.

Sehingga obat harus terus dikonsumsi berkesinambungan karena hipertensi termasuk penyakit kronis.

Adapun usia pederita hipertensi lebih banyak usia tua karena faktor darah yang sudah mengalami pengapuran. Di Jambi sendiri rata-rata pasien berusia 40 tahun keatas. Terlebih diatas 60 tahun rata-rata keluhannya hipertensi.

Kesalahan yang sering terjadi adalah banyak orang tidak tahu bahwa hipertensi adalah penyakit kronis yang pengobatannya harus rutin. Bahkan dokter pun tidak tahu sehingga meminta pasien berhenti minum obat.

“Di Jambi ada banyak yang bukan dokter menangani hipertensi sehingga perlu edukasi dan sosialisasi lebih mengenai hipertensi kepada masyarakat,” pungkasnya. (nurlailis)

Penulis: Nurlailis
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved