Mahasiswa di Cina Asal Jambi Sudah Pulang, Negatif Virus Corona: 'Alhamdulillah Cucu Saya Sehat!'
Untuk yang menyambut ke empat warga Jambi di Bandara Halim Perdana Kusuma, Johansyah mengatakan mereka disambut Kepala Kantor Perwakilan Jambi
Bukan hanya keluarga Cik Nang yang tidak memakai masket tetapi juga keluarga lainnya. Di antaranya Nibras, tante dari Zakiyah Ayu Alvita, serta Taufiqurahman (Taufik Ginting), ayah dari Diza Layla Barokah. Mereka percaya, keluarga mereka dalam kondisi sehat sehingga tidak perlu menggunaka masker saat menjemput.
"Gembira pastinya. Sehat semua," ujar Nibras.
Para WNI dibawa dari Natuna ke Jakarta dalam tiga kloter (kelompok terbang).
"Kami berangkat dari Natuna menggunakan tiga pesawat, dua pesawat Boeing dan satu pesawat Hercules TNI AU," kata Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, saat tiba bersama rombongan kloter pertama, di Gedung Sasana Sanggala Praja, Halim Perdanakusuma.
Warga Ikut Melepas
Kloter pertama mendarat sekira pukul 15.30 WIB, disusul kloter berikutnya yang terpuat waktu masing-masing lima menit.
"Jumlah laki-laki 80 orang (34 persen). Yang laki-laki dewasa naik pesawat Hercules," kata Terawan. Sedangkan sebanyak 158 orang perempuan menumpang du pesawat Boeing.
Sisanya awak pesawat dari Tim Aju KBRI Beijing sebanyak lima orang, penjemput 42 orang terdiri dari kru pesawat Batik Air 18 orang, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tiga orang, dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) tiga orang.
"Tim Kesehatan TNI delapan orang serta pengamanan TNI sepuluh orang," ujarnya.
WNI peserta observasi dilaporkan keluar melalui pintu gerbang selatan Asrama Haji Halim Perdanakusuma.
"Peserta observasi dari sejumlah daerah di luar Jabodetabek dikumpulkan di Halim lalu melanjutkan perjalanan pulang ke daerah masing-masing," kata Terawan.
Sekira 225 orang warga Kota Tua Penagi dan Pering, Kabupaten Natuna, ikut melepas para WNI yang telah usai menjalani observasi.
"Awalnya kami rencanakan yang hadir di sini sebanyak 70 orang, tapi ternyata yang mau ikut banyak," kata Ketua RT 01, Kota Tua Penagi, Suprianto.
Warga berkumpul di sekitar hanggar Lanud Raden Sadjad Natuna. Kota Tua Penagi, merupakan perkampungan terdekat dengan lokasi hanggar. Awalnya, warga sempat menolak kehadiran WNI dari Wuhan.
Namun kemudian masyarakat Penagi ikut gembira karena seluruh WNI dalam kondisi sehat. "Hari ini hari terakhir mereka. Kami memberikan ucapan selamat jalan. Selamat berkumpul dengan keluarga," kata Suprianto.