Mahasiswa di Cina Asal Jambi Sudah Pulang, Negatif Virus Corona: 'Alhamdulillah Cucu Saya Sehat!'
Untuk yang menyambut ke empat warga Jambi di Bandara Halim Perdana Kusuma, Johansyah mengatakan mereka disambut Kepala Kantor Perwakilan Jambi
Nusa Syarafina yang berstatus sebagai mahasiswa di salah satu Kampus di Provinsi Hubei China ini mengungkapkan masih belum tahu kapan balik ke sana. Ia menunggu situasi pulih.
"Kuliah sementara kampus lagi menyiasatin kuliah online," sebutnya
Sementara itu Zainidar, nenek dari Syarafina yang turut hadir ke Bandara menjemput kedatangan sang cucu, tidak bisa menyembunyikan kebahagianya. Dia bahagia atas kepulangan cucunya itu dalam kondisi sehat.
"Senang sekali, selama ini sedih, nangis, berdoa, salat, memikiri cucu di sana, Alhamdulillah kembali dengan sehat. Cucu saya sehat," ungkapnya. Selama cucu dikarantina di Natuna, sang nenek menyebut mereka selalu berkomunikasi melalaui telepon setiap dua jam sekali. "Dia kuliah di Cina sudah sekitar tiga tahun," pungkasnya.
Pantauan Tribun di Jakarta, para orangtua dan keluarga yang menjemput WNI tersebut terlihat tidak mengenakan masker.
Muhammad Cik Nang, orangtua Yusuf Azhar, mahasiswa Indonesia di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, yakin anaknya sama sekali tidak terinferksi virus corona.
"Kami menjemput ke Bandara Halim Perdanakusuma nggak pakai masker karena memang anak saya sehat di sana," kata Cikanang saat ditemui di Bandara Halim, Jakarta, Sabtu.
Yusuf Azhar tercatat sebagai warga Griya Cimangir, Bogor, kuliah di jurusan bisnis Universitas Wuhan melalui program beasiswa.
"Kebetulan anak saya di pondok pesantren selama 6 tahun. Jadi dia ingin menuntut ilmu sampai negeri China," ujar Cik Nang.
Yusuf baru kuliah selama lima bulan (sejak September 2019), kemudian muncul virus corona yang menyerang Kota Wuhan.
Aprilia, ibu kandung Yusuf, mengungkapkan anaknya sempat terisolasi di Kota Wuhan.
"Dari komunikasi dengan Yusuf, orang yang tinggal di Wuhan tak boleh keluar karena semua perjalanan ditutup. Mereka hanya menghuni kamar," ujar Aprilia.
Ia mengaku senang anaknya sudah bisa kembali ke Indonesia dalam kondisi sehat. Oleh karena itu ia berniat menggelar syukuran di kediamannya.
"Bahagia sekali, senang sekali. Nanti di rumah bikin syukuran menyambut kedatangan anak saya. Semua orangtua rasanya bahagia," tuturnya.
Ditambahkan, Yusuf masih tetap ingin melanjutkan pendidikannya di Universitas Wuhan setelah kondisi normal kembali.
"Yusuf bilang tetap lanjut, tetap semangat sama kawan-kawan semua tidak ada yang mundur. Kalau saya terserah anak," katanya.