8 Tahun Dibangun Pasar Pelayangan di Kota Jambi Belum Difungsikan

Sudah 8 tahun Pasar Pelayangan yang terletak di Kecamatan Pelayangan Olak Kemang dibangun oleh pemkot Jambi.

Penulis: Rohmayana | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Rohmayana
Pasar Pelayangan di Kota Jambi. 

8 Tahun Dibangun Pasar Pelayangan di Kota Jambi Belum Difungsikan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Sudah 8 tahun Pasar Pelayangan yang terletak di Kecamatan Pelayangan Olak Kemang dibangun oleh pemkot Jambi. Namun hingga saat ini pasar tersebut belum dioperasionalkan sebagaimana pasar pada umumnya.

Dari pantauan Tribunjambi.com belum ada aktifitas jual beli di pasar tersebut. Walaupun sempat dipakai untuk kegiatan jual beli, namun pasar ini hanya aktif beberapa bulan saja.

Pasar pelayangan yang tepat berada tepat di depan Polsek Pelayangan tersebut terlihat lebih suram dan sepi. Bangunannya bangunan bahkan terlihat sudah semakin usang dan lapak yang berdebu.

Hal ini membuktikan bahwa pasar tersebut tidak mendapatkan perawatan dan tidak di jadikan interkasi ataupun aktivitas jual beli masyarakat.

Tiga Bulan Dibuka, Pasar Rakyat Persijam Masih Sepi

Cara Sensus Penduduk 2020 Secara Online, Bisa Juga Secara Offline, Cuma Butuh Waktu 5 Menit

Pemkot Jambi Usulkan 10 Perda ke Dewan, Segera Dibahas Tahun Ini

(RN) warga Kecamatan Pelayangan yang pernah berjualan di Pasar Pelayangan mengatakan bahwa pedagang tidak ingin berjualan dipasar pelayangan karena tidak ada pembeli. Sehingga barang dagangan yang dibawa ke pasar pelayangan harus dibawa lagi kerumah.

“Kalau tidak ada yang beli, dari mana mendapatkan keuntungan,” katanya, Sabtu (15/2).

Dirinya berharap agar pemerintah dapat membuat pasar pelayangan tersebut aktif kembali. Misalnya dengan membuat kegiatan seni budaya, atau kegiatan membatik bersama warga dan lainnya.

“Artinya gedung ini jangan dibiarkan terbengkalai begitu saja,” katanya.

Berdasarkan data Disperindag Kota Jambi bahwa pasar pelayangan yang di bangun sekitar tahun 2012 tersebut menghabiskan anggaran miliaran rupiah. Bangunannya memiliki fasilitas seperti kantor pengurus pasar, lahan parkir luas, 12 kios, 46 lapak yang langsung memiliki saluran pembuangan limbah, dan 4 toilet.

Kepala Disperindag kota Jambi Komari mengatakan bahwa saat ini pihaknya sudah komunikasi dengan pihak kecamatan. Namun tetap masyarakat tidak mau berjualan di pasar tersebut.

“Kedepanya sebagai solusi pihaknya berupaya memberdayakan masyrakat untuk menempati kios-kios tersebut untuk pasar kerajinan,” katanya.

Namun pihaknya tidak bisa memaksakan penjual berjualan di pasar tersebut. Karena sejauh ini terkendala dengan sepinya pembeli.

Komari menambahkan bahwa pihak Disperindag berupaya tidak membebankan uang sewa untuk lapak-lapak di pasar tersebut. Namun belum ada ketertarikan masyrakat untuk melakukan aktifitas jual beli. (Rohmayana)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved