Tiga Bulan Dibuka, Pasar Rakyat Persijam Masih Sepi

Hampir tiga bulan dibuka, Pasar Rakyat Persijam yang berada di Jalan M.H Yusuf Nasri, Wijaya Pura, Kecamatan, Jambi Selatan, Kota Jambi masih sepi.

Tiga Bulan Dibuka, Pasar Rakyat Persijam Masih Sepi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Hampir tiga bulan dibuka, Pasar Rakyat Persijam yang berada di Jalan M.H Yusuf Nasri, Wijaya Pura, Kecamatan, Jambi Selatan, Kota Jambi masih sepi pembeli.

Sejumlah pedagang mengaku, hingga saat ini, pasar yang di kelola oleh pihak swasta tersebut memang masih minim pembeli. Menurut mereka, hal itu terjadi karena, masyarakat masih banyak yang belum mengetahui keberadaan pasar tersebut.

"Ini masih merintis lah, baru berjalan kurang lebih 3 bulan, jadi masyarakat belum banyak yang mengetahui," kata Derani, pedagang di Pasar Rakyat Persijam, Sabtu (15/2/2020).

Diseruduk Innova dari Belakang, Dua Motor Jadi Korban, Satu Orang Meninggal di Tempat

Bagikan Rekaman Pasien Virus Corona di Wuhan, Jurnalis China Dikabarkan Hilang Misterius

Waroeng Jambi Sajikan Tempoyak dan Pindang dengan Tiga Pilihan Ikan

Dari pantauan Tribunjambi.com di lapangan, pasar yang berada tepat di samping Stadion Persijam, Kota Jambi tersebut memang tampak sepi pembeli.

Untuk menarik pembeli, sejumlah pedagang terpaksa menjual dagangannya di halaman pasar, mereka berharap, masyarakat yang melintas akan mengetahui keberdaan pasar tersebut dan beralih untuk berbelanja di sana.

"Ini sengaja kita letak di luar mas, kan pas di pinggir jalan, jadi orang-orang lihat langsung. Kalau sudah mampir, baru kita kasi tau, kios kita sebenarnya ada di dalam," kata Derani.

Derani sendiri merupakan pedagang yang berasal dari Pasar Angso Duo yang telah dibongkar.

Dengan pertimbangan biaya, pedagang beras ini mengaku, lebih memilih berjualan di Pasar Rakyat Persijam di banding dengan Pasar Angsu Duo yang baru, meski pendapatannya menurun jauh.

"Mudah-mudah sebentar lagi ini ramai, sudah mulai tahu la nampaknya masyarakat, sabar saja dulu, namanya berdagang," tambahnya.

Pasar Rakyat Persijam ini memang bukan milik pemerintah, melainkan dikelola oleh perorangan. Harga perkiosnya disewa kurang lebih Rp500 ribu per bulannya, dan hingga saat ini, sudah lebih 30 kios yang telah di tempati dan di gunakan oleh pedagang.

Penulis: Aryo Tondang
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved