Viral Ibu Guru Gendong Bayi Menyusuri Jalan Penuh Lumpur ke Sekolah, Ini Faktanya
Potret seorang guru menggendong bayinya di jalanan berlumpur menuju SMP Negeri 4 Pante Bidari, di Desa Sijudo
Viral Ibu Guru Gendong Bayi Menyusuri Jalan Penuh Lumpur ke Sekolah, Ini Faktanya
TRIBUNJAMBI.COM - Potret seorang ibu guru gendong bayinya di jalanan berlumpur menuju SMP Negeri 4 Pante Bidari, di Desa Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur menjadi viral di media sosial (medsos).
Ternyata viral foto tersebut diambil akhir 2019 lalu itu menjadi viral di Facebook, Rabu (12/2/2020).
Foto diunggah lewat akun Facebook Atjeh timeline @atjehtimeline.
• Siapa Sebenarnya Pemuda dan Janda di Tebo yang Kena Gerebek di Bumi Perkemahan di Bungo?
• Janda dari Jakarta Terbang ke Jambi Temui Brondong 17 Tahun, Kuat 4 Hari di Kamar Hotel Tak Keluar
• Pengantin Baru di Tuban Diintip Tetangga Lantaran Lupa Tutup Jendela, Akhirnya Berujung Penjara
Foto itu diunggah pada 10 Februari 2020.
Kompas.com berupaya menelusuri keberadaan guru perempuan yang menggendong bayinya tersebut dan mendapatkan kontak kepala sekolah SMP Negeri 4 Pante Bidadari, Islahuddin.
Islahuddin, melalui sambungan telepon menyebutkan, foto viral itu benar seorang guru, namanya Husnul Khatimah. Ia berjalan ke sekolah bersama suami dan anaknya.
Guru garis depan
Guru itu berstatus sebagai guru garis depan angkatan kedua asal Meulaboh, Aceh Barat.

“Ketika musim hujan memang begitulah kondisi jalan menuju sekolah. Penuh lumpur dan sulit dilalui," kata Islahuddin yang menjabat sejak 2016 ini.
"Kalau naik mobil baru bisa itu mobil doble cabin,” lanjutnya.
Saat ini, SMP Negeri 4 Pante Bidadari memiliki 52 pelajar dari tiga desa yaitu Desa Sijudo, Saragala, dan Sijuk, Kecamatan Pante Bidari.
Jumlah itu diajar oleh 17 guru, 11 diantaranya berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS).
Jalan rusak, jika hujan guru menginap di sekolah
• Imam Nahrawi Didakwa Terima Suap Rp 11,5 Miliar, Ini Penjelasan Jaksa KPK
Cerita perjuangan guru di pedalaman berbatasan langsung dengan hutan itu belum usai di jalan rusak.