Sempat Tersendat, Insentif Perawat RSUD Raden Mattaher Segera Dibayar Bulan Ini

Perawat di RSUD Raden Mattaher Jambi dikabarkan belum menerima insentif sejak Juli 2019 lalu.

Sempat Tersendat, Insentif Perawat RSUD Raden Mattaher Segera Dibayar Bulan Ini
Tribunjambi/Zulkifli
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Raden Mattaher Jambi dr Dewi Lestari. 

Sempat Tersendat, Insentif Perawat RSUD Raden Mattaher Segera Dibayar Bulan Ini

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Perawat di RSUD Raden Mattaher Jambi dikabarkan belum menerima insentif sejak Juli 2019 lalu. Hal itu disebabkan mendeknya pencairan klaim BPJS Kesehatan.

Bukan itu saja, persediaan obat-obatan di rumah sakit milik Pemprov Jambi ini pun dikabarkan menipis, karena pihak perusahaan farmasi sempat menyetop distribusi obat untuk RSUD Raden Mattaher.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Raden Mattaher Jambi dr Dewi Lestari mengatakan, insentif para rawat akan dibayarkan dalam bulan ini secara bertahap.

"Kalau untuk jasa medis di BPJS, itu uang klaim BPJS sudah masuk ke rekening rumah sakit, hanya saja pencairan itukan butuh SK kuasa pengguna anggaran (KPA) yang dikeluarkan Gubernur. Makanya tertahan belum bisa dibagi. Tapi ternyata kemarin sudah keluar SK nya, mungkin paling lama Selasa atau Rabu depan bisa dicairkan, karena Pak Dir masih di Jakarta Sabtu Minggu-kan libur, jadi prosesnya hari Senin," jelas Dewi, saat dikonfirmasi Tribunjambi.com, Kamis (13/2/2020).

Eksekusi Lahan di The Hok Ricuh, Tergugat Ancam Lapor Soal Pemalsuan Sertifikat Tanah

Rawan Tumbang, Pohon Lapuk Mulai Mengancam Warga Kota Jambi

Tangkap Ikan Tapah Belasan Kilo, Warga Muarojambi Dapat Rezeki Nomplok

Untuk jasa medis yang dicairkan sendiri, menurut Dewi untuk tahap awal ini, baru akan dibayarkan tiga bulan saja, yakni Juli-September 2019. Karena anggaran klaim dari BPJS itu, bukan hanya untuk membayar pegawai, melainkan untuk beberapa item lainya, seperti obat-obatan, perlengkapan medis dan lain-lain.

"Jadi kalau ada klaim dari BPJS bukan untuk jasa medis semua," sebutnya.

Untuk sisa pembayaran insentif yang belum dibayarkan, dikatakan Dewi akan tetap dibayar secara bertahap. "Karena kita nagih ke BPJS prosesnya cair juga panjang, jadi lama baru bisa dibayar," sebutnya.

Sementara itu, terkait minimnya persediaan obat di RSUD Raden Mattaher pun diakui oleh Wadir Pelayanan, hal itu dikarena pihak perusahaan farmasi sempat memblokir pasokan obat ke RSUD karena adanya hutang pembayaran obat RSUD kepada pihak perusahaan farmasi.

"Pihak farmasi sudah sepakat, dibuat perjanjian, pihak Direktur juga sudah bersurat ke perusahaan faramasi. Ini masalah administrasi saja, kan SK pencairan keuangannya sudah keluar. Jadi sudah bisa dibayarkan juga hutang yang lalu," katanya.

Untuk stok jenis obat yang minim sendiri diungkapkan Dewi hanya jenis tertentu saja, dan belum mengganggu pelayanan. "Boleh dicek dikamar operasi, operasi masih jalan," pungkasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved