Antisipasi Kelangkaan Daging, Disnakan Bungo Bermitra dengan Perusahaan

Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) Kabupaten Bungo mewanti-wanti meningkatnya permintaan daging sapi yang bisa datang sewaktu-waktu.

Antisipasi Kelangkaan Daging, Disnakan Bungo Bermitra dengan Perusahaan
TRIBUNJAMBI/FITRI AMALIA
Pedagang daging sapi. 

Antisipasi Kelangkaan Daging, Disnakan Bungo Bermitra dengan Perusahaan

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) Kabupaten Bungo mewanti-wanti meningkatnya permintaan daging sapi yang bisa datang sewaktu-waktu. Untuk mengantisipasi hal itu, Disnakan menjalin kerja sama dengan perusahaan mitra.

"Kalau kebutuhan meningkat sewaktu-waktu kita bisa mendatangkan stok dari perusahaan mitra," kata Enggar Tri Wahyudi, Kepala Bidang Peternakan Disnakan Bungo, Kamis (13/2/2020).

Menurutnya, kebutuhan daging sapi di Kabupaten Bungo sering kali meningkat menjelang libur dan hari besar. Jika tidak ditanggulangi, hal itu bisa membuat pihaknya keteteran.

Berkaca dari yang pernah terjadi, pihaknya sudah bisa memperkirakan kemungkinan kurangnya persediaan daging.

Gratis Buat Member TFC, Nikmati Menu Enak di Rumah Kito Resort dan Hotel Jambi

VIDEO: Kota Wuhan Terlihat Merah Menyala, Ilmuwan Sebut Akibat Kremasi Mayat Atau Limbah Medis

"Ketika kebutuhan di Bungo meningkat, kita hubungi, sekitar dua hari kemudian masuk sapi potong," ujarnya.

Dia bilang, dalam sehari sekitar 600 kilogram daging sapi dijajakan di pasar. Jumlah itu menurun dibandingkan sebelumnya yang mencapai sekitar 1 ton. Penurunan itu dipicu banyaknya pedagang yang pindah ke Kabupaten Tebo.

"Biasanya, permintaan daging ini kan, bukan cuma dari Bungo saja. Ada juga dari Muara Tebo, Rimbo Bujang, Kuamang Kuning, Rantau Panjang, dan ada juga daerah-daerah lain. Tapi sekarang, mulai bisa dibagi," jelas Enggar.

Selain itu, ramainya daging beku juga berdampak pada pengurangan permintaan daging segar. Meski begitu, pihaknya tetap merasa perlu mengantisipasi kelangkaan daging untuk menstabilkan harga.

"Saat ini, masih sekitar Rp 120 ribu per kilogram," tandasnya.(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved