Ternyata Erwin Temukan 2, Lempengan Diduga Emas Batangan Gambar Soekarno di Tebo
Itulah gambaran dari benda diduga emas batangan yang ditemukan Erwin (30), warga RT 03, Desa Penapalan, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, Jambi.
Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Duanto AS
Erwin Temukan 2 Batang, Lempengan Diduga Emas Batangan Gambar Soekarno di Tebo
LEMPENGAN itu berwarna keemasan dengan grafir gambar wajah Ir Soekarno.
Di situ juga ada tanda tangan dan tulisan "Soekarno".
Penampakan lainnya, di sisi lainnya, ada gambar garuda serta tulisan BI dan 999,9.
Itulah gambaran dari benda diduga emas batangan yang ditemukan Erwin (30), warga RT 03, Desa Penapalan, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, Jambi.
Kata Erwin, angka tersebut menandakan berat benda tersebut.
Selain itu, di bagian samping, ada tulisan GOLD dengan huruf kapital dan angka 24 K.
Dia mengklaim, benda yang dia temukan asli batangan.
• Erwin Siap Serahkan ke Bank Indonesia Bila Itu Emas Batangan Milik Negara, Ditawar Rp 750 Juta
• FOTO-FOTO Lempengan Emas Gambar Soekarno di Tebo Temuan Erwin yang Bikin Heboh
"Saya pikir asli, karena ada tulisan 24 K dan GOLD. Beratnya juga sekitar 1 kilogram," kata dia, saat ditemui di Tebo Tengah, Senin (10/2/2020).
Warga Desa Panapalan dihebohkan dengan penemuan benda yang diduga emas batangan gambar Soekarno.
Diperkirakan, benda yang diduga emas batangan bergambar Soekarno itu beratnya 1 kilogram.
Penelusuran Tribunjambi.com, Erwin merupakan orang yang pertama kali menemukan benda yang diduga emas batangan itu.
Pria 30 tahun itu menceritakan kronologi penemuan benda itu.
Dia tidak sengaja menemukan benda itu pada Jumat (7/2/2020) lalu, setelah pulang salat Jumat.
Setibanya di rumah, dia hendak ke kebun duku yang ada di belakang rumahnya di RT 3, Desa Penapalan, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, Jambi, sekitar pukul 14.00 WIB.
Saat berjalan ke kebun duku itulah, dia tidak sengaja menginjak benda berbentuk batangan itu.
"Tidak sengaja, terinjak. Bentuknya seperti batangan," ungkapnya.
Dia menjelaskan, pertama kali menginjak benda itu, dia merasa licin di kakinya.
Erwin segera melihat, dan menemukan ada dua benda batangan yang tertutup tanah sebagiannya.
Tanah yang menutupi itu disibaknya, dan diambilnya benda tersebut.
Dibersihkannya. Saat itulah dia yakin itu emas batangan.
"Saya mendapati batangan berbentuk emas," ungkap dia lagi.
"Saya bersihkan, terus saya tengok ada gambar Soekaeno," imbuhnya.
Erwin sempat memviralkan penemuannya di sebuah akun youtube pada Jumat lalu, beberapa saat setelah benda itu ditemukan.
Namun, hingga kini, dia belum bisa memastikan keaslian benda tersebut.
• Virus Corona Wuhan Pukul Pariwisata Bali, Kehilangan 1 Juta Turis China Dalam Sebulan Ini
Hal itu karena dia tidak tahu di mana harus menguji kemurnian kandungan benda itu.
Dia juga tidak berani menguji keaslian benda itu sendiri.
Erwin menceritakan, benda temuannya itu sempat ditawar, sesaat setelah diunggahnya di YouTube.
"Ada yang tawar memang, kemarin. Dia tawar sekitar Rp 750 juta," selorohnya.
Namun, hingga kini, dia belum mau melepas barang yang dianggapnya unik itu.
Erwin bilang, ada dua benda yang sama yang dia temukan Jumat lalu.
Namun, saat Tribunjambi.com menemuinya, dia hanya menunjukkan satu saja dan menyimpan batangan satunya di rumah.
Pria asal Kecamatan Tengah Ilir itu menuturkan, saat ini dia hendak menguji keaslian temuannya itu.
Jika benda itu milik negara, dia siap berbesar hati mengembalikannya.
"Rencananya kini, kami mau cek dulu ke laboratorium. Kalau memang ini produk punya Bank Indonesia, kita kembalikan," terangnya.
Kata Erwin, tempat tinggalnya memang punya cerita sejarah.
Dari cerita orang-orang tua dulu, sekitar tempat tinggalnya merupakan bekas Kerajaan Si Pahit Lidah.
"Karena konon katanya dulu, ada gajah disumpah jadi batu oleh Si Pahit Lidah," ujarnya.
Hingga kini belum bisa dipastikan keaslian benda temuannya tersebut.
Namun, Erwin tetap bangga, menemukan benda yang dianggapnya unik dan langka itu. (Tribunjambi.com/Mareza Sutan AJ)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/warga-desa-panapalan-rt-3-kecamatan-tengah-ili.jpg)