Berita Nasional

Gara-gara Virus Babi, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Sampai Minta Bantuan Presiden Jokowi

Gara-gara Virus Babi, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Sampai Minta Bantuan Presiden Jokowi

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Instagram
Gubernur Sumatera Utara PSSI, Edy Rahmadi 

Gara-gara Virus Babi, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Sampai Minta Bantuan Presiden Jokowi

TRIBUNJAMBI.COM, MEDAN - Kepanikan warga akan virus babi yang terjadi di Sumatera Utara, membuat Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi angkat bicara.

Kematian massal babi akibat penyebaran virus Hog Cholera dan African Swine Fever (ASF).

Edy Rahmayadi mengaku sudah berkali-kali melakukan rapat untuk mencari jalan keluar menyelesaikan masalah tersebut.

Gerakan #SaveBabi Tolak Pemusnahan Babi di Sumut, Presiden Jokowi Langsung Telpon Edy Rahmayadi!

SEBUT Istrinya Dajal Mengeluarkan Taring, Suami Bunuh Istri Membabi Buta: Lalu Berteriak Histeris

VIDEO: Detik-detik Mantan Bupati Nias Selatan Dilempar Kotoran Babi

"Kita sudah berkali-kali rapat mencari jalan keluar ini," ujarnya, saat ditemui usai melaksanakan salat di Masjid Agung, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Senin (10/2/2020).

Ia memastikan pemerintah tidak akan memusnahkan seluruh ternak babi milik masyarakat, guna menghentikan penyebaran virus Hog Cholera dan ASF.

Sebab, langkah pemusnahan itu akan menyebabkan kesenjangan sosial.

Edy Rahmayadi juga membantah tudingan dari para pendemo 'Save Babi' yang menyebutkan, bahwa dirinya berencana untuk memusnahkan seluruh hewan ternak babi.

"Yang mau musnahkan siapa? Tanya kepada yang bertanya mau musnahkan itu siapa," ucapnya.

Orang nomor satu di Pemprov Sumut ini meminta seluruh masyarakat agar bersama-sama dapat menuntaskan masalah wabah virus ini.

"Persoalan babi ini harus bersama-sama mengatasinya. Ini kan musibah, semua orang pastinya tidak ingin ada wabah ini. Untuk itu harus bersama-sama mengatasi ini," ujarnya.

Ratusan Warga Teluk Nilau Geruduk Kantor DPRD Tanjab Barat, Minta Tanah Adat Dikembalikan

Ingat Kasus Pupung Sadili? Ternyata Sang Istri Buat Lemas dengan Beri Hubungan Intim Sebelum Dibunuh

Erwin Siap Serahkan ke Bank Indonesia Bila Itu Emas Batangan Milik Negara, Ditawar Rp 750 Juta

Sampai saat ini, kata dia, vaksin untuk antisipasi penyebaran virus Hog Cholera dan ASF ini belum ada.

"Wabah Hog Cholera sampai dengan saat ini vaksin belum ada," ucapnya.

Sebelumnya, pemerintah telah tegas mengambil tindakan untuk membantu para peternak babi. Satu di antaranya, di mana mendirikan posko untuk menampung babi milik peternak yang mati karena terserang virus.

Edy Rahmayadi mengingatkan agar bangkai babi yang terkena virus tidak dibuang sembarangan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved