Jumat, 10 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Daftar Harga Karet di Bungo, Ini Penyebab Petani Karet di Bungo Lesu dan Minta 'Vitamin'

Namun, berdasarkan pengakuan petani, semangat menjual getah karet tidak seperti dulu. Ternyata begini kondisi sekarang ....

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Duanto AS
Tribun Jambi/Mareza Sutan AJ
Sejumlah petani karet meletakkan karetnya di pasar lelang di Dusun Senamat, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Berikut ini daftar harga karet di Bungo pekan ini.

Petani karet di Kabupaten Bungo semakin lesu. Hal itu karena harga getah karet yang terus menurun.

Pantauan Tribunjambi.com di Pasar Lelang Karya, Dusun Senamat, Kecamatan Pelepat, sejumlah petani karet tetap mengantarkan getah ke sana.

Namun, berdasarkan pengakuan petani, semangat menjual getah karet tidak seperti dulu.

Pengakuan Ningsih Tinampi Soal Tarif Pengobatan Alternatif Miliknya, Capai Rp 10 Juta

Toy Story 4 Raih Best Animated Feature Piala Oscar 2020

Tahu Sifat Asli Mulan Jameela, Eks Manajer Ratu Ungkap Borok Istri Ahmad Dhani Soal Maia Estianty

"Sekarang lesu. Harga getah turun terus," kata Ari, satu di antaranya.

Panitia pasar lelang karet, Edi menyebut, harga getah karet saat ini berkisar Rp 7500-8000.

Padahal, biasanya harga getah karet bisa mencapai Rp 9500-10000.

Penurunan drastis tersebut, kata dia, terjadi jelang Tahun Baru Imlek, beberapa waktu lalu.

Sejak penurunan harga itu, hingga kini belum ada kenaikan.

"Jelang Imlek kemarin turunnya. Sudah itu, sampai sekarang masihlah, belum naik-naik juga harganya," tukasnya.

Padahal, menurutnya, kualitas getah yang ditawarkan petani masih tergolong bagus.

Hal itu dia lihat dari tingkat kelembaban getah dan kondisi getah yang bersih.

Edi menengarai, penurunan harga getah tersebut juga dipengaruhi masa trek di beberapa daerah.

Selain itu, ada beberapa lokasi lelang ilegal, sehingga memberi imbas buruk pada pasar-pasar lelang resmi.

"Kalau yang kami dengar-dengar, ada lelang ilegal. Nah, itulah yang juga mungkin merusak harga," ujarnya.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved