Selasa, 21 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Bukan Cuma Indonesia vs China di Natuna, 4 Negara Ini "Diganggu" China di Laut

Tak hanya Indonesia, beberapa negara tetangga ini juga mengalami "diganggu" China di Laut Cina Selatan.

Penulis: Nani Rachmaini | Editor: Nani Rachmaini
kompas.com
Kapal Coast Guard China-5202 dan Coast Guard China-5403 membayangi KRI Usman Harun-359 saat melaksanakan patroli mendekati kapal nelayan pukat China yang melakukan penangkapan ikan di ZEE Indonesia Utara Pulau Natuna, Sabtu (11/1/2020). Dalam patroli tersebut KRI Usman Harun-359 bersama KRI Jhon Lie-358 dan KRI Karel Satsuitubun-356 melakukan patroli dan bertemu enam kapal Coast Guard China, satu kapal pengawas perikanan China, dan 49 kapal nelayan pukat asing.(ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT) 

Bukan Cuma Indonesia vs China di Natuna, 4 Negara Ini Berkonflik dengan China di Laut

TRIBUNJAMBI.COM-Tak hanya Indonesia, beberapa negara tetangga ini juga mengalami "diganggu" China di Laut Cina Selatan.

Seperti diketahui, ketegangan antara China dan Indonesia di Natuna cukup sering terjadi.

Dalam beberapa pekan terakhir, terjadi dua peristiwa lagi di Laut Cina Selatan yang melibatkan China dan negara sekitarnya.

1. Malaysia

Malaysia dekati PBB terkait zona ekonomi eksklusifnya di bagian utara Laut Cina Selatan. Malaysia menuduh China telah melanggar kedaulatan Malaysia.

Media Asing Soroti Indonesia Ternyata Tidak Tes Virus Corona ke 243 WNI di Natuna, Mereka Sehat

Klaim Malaysia tersebut menjadi kejutan, mengingat terakhir kali Kuala Lumpur mengajukan peninjauan ZEE sudah hampir satu dekade lalu (pada kesempatan itu, untuk bagian landas kontinen yang terletak di bagian selatan Laut Cina Selatan).

Namun kehadiran Cina yang diperluas di dan sekitar Luconia Shoals di wilayah ZEE Malaysia, tampaknya telah mendorong Kuala Lumpur maju ke badan internasional.

Malaysia mengklaim bahwa seluruh Kepulauan Spratly adalah bagian dari landas kontinen Malaysia.

2. Indonesia

Indonesia mengirim kapal perang dan kapal selam ke perairan Kepulauan Natuna setelah perambahan oleh kapal penangkap ikan Tiongkok dan kapal penjaga pantai.

Presiden Indonesia Joko Widodo berkeliling pulau-pulau dengan kapal angkatan laut, tampaknya untuk memperingatkan Beijing bahwa Jakarta tidak akan menyetujui tantangan bagi kedaulatannya.

Sejak 2016, ketika Indonesia mulai menangkis pemburu liar dan nelayan di perairan Natuna, menandakan ketegangan antara Jakarta terhadap Beijing semakin kuat.

3. Filipina

Indonesia bukan satu-satunya negara yang memprotes agresi Cina.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved