Khawatir Virus Corona Menyebar, Warga Protes Isolasi WNI dari Wuhan di Natuna
Tiga rumah sakit di Kepulauan Riau mulai mempersiapkan kedatangan Warga Negara Indonesia yang baru saja dievakuasi dari Wuhan,
TRIBUNJAMBI.COM – Tiga rumah sakit di Kepulauan Riau mulai mempersiapkan kedatangan Warga Negara Indonesia yang baru saja dievakuasi dari Wuhan, China.
Mereka akan diisolasi dalam waktu beberapa hari untuk pemeriksaan medis dan monitoring sebelum diizinkan untuk kembali ke rumah.
Dilansir dari The Jakarta Post, kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Riau Tjetjep Yudiana mengonfirmasi bahwa pada Sabtu (01/02/2020) ia telah menerima surat dari Direktorat Jenderal Kementerian Kesehatan yang memintanya untuk melakukan persiapan yang diperlukan.
• Fakta Sebenarnya di Balik Viral Bakso Kaki Tikus, Berawal dari Sosmed hingga Omzet Terjun Bebas
• Pertama Kali, Korban Meninggal Dunia Akibat Virus Corona di Luar China Yakni Asal Filipina
• 10 Besar Universitas di Indonesia Versi Webometrics, Cek Urutan Kampusmu!
Ketiga rumah sakit yang juga disebutkan dalam surat tersebut adalah Badan Pengusahaan dan Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah di Batam serta Rumah Sakit Umum Daerah Natuna di Natuna.
“Kami sedang melakukan persiapan sekarang. Saya akan mengunjungi rumah sakit-rumah sakit tersebut untuk menerima mereka (WNI dari Wuhan). Keputusan tetap berada di tangan gubernur dan walikota Batam,” ujar Tjetjep pada The Jakarta Post pada Sabtu (01/02/2020).
• Kecelakaan Maut Simpang Rimbo, Fortuner Hitam Hajar Truk dan 1 Motor setelah Tabrak 3 Motor
• Update Terbaru: 7 WNI di Wuhan Asal Virus Corona Tidak Jadi Ikut Kembali ke Indonesia
• FOTO-FOTO Kondisi 4 Anak Merangin yang Hilang Saat Ditemukan, Herman Minta Keluarga Tenangkan Diri
Ia juga menambahkan bahwa Menteri Kesehatan Terawan telah ada di Natuna sejak Jumat (31/01/2020) untuk mengawasi persiapan Provinsi Kepulauan Riau sebagai titik transit untuk para WNI yang kembali dari Wuhan.
“Pada dasarnya kami membutuhkan zona isolasi untuk mereka sampai mereka dinyatakan bebas dari virus corona. Kami tidak mau mereka masuk ke dalam masyarakat sebelum kami tahu apakah mereka sehat atau tidak,” tambahTjetjep.
Tjetjep juga mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah dijadwalkan untuk datang ke Batam pada Sabtu (01/02/2020) untuk menyambut para WNI yang baru saja kembali.
• Oknum PNS di Kabupaten Bungo Terjaring Razia Satpol PP di Kamar Hotel di Kota Jambi
• BREAKING NEWS: Sepasang Mahasiswa Universitas di Jambi Terjaring Razia, Indehoy di Kamar Hotel
• Fakta Terbaru : 14.380 Konfirmasi Virus Corona dan 304 Orang Meninggal Dunia
• Usai Hasil Otopsi Lina Mantan Sule Keluar, Putri Delina Merasa Beruntung Hingga Curhat Pilu Begini
Pada Jumat (31/01/2020), virus corona telah memakan korban meninggal sejumlah 213 orang dan menginfeksi sekitar 10.000 orang di daratan China.
Sementara ini, Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) melalui juru bicaranya Dendi Gustinandar mengatakan belum ada diskusi mengenai apakah para WNI yang baru saja kembali tersebut akan diisolasi di asrama haji di Batam.
“Saya belum dengar rencananya. Belum ada diskusi soal itu dengan pihak terkait,” ujar Dendi.
Ia juga mengatakan bahwa BP Batam tidak mengeluarkan instruksi khusus untuk menggunakan asrama haji sebagai tempat isolasi.
Pernyataan tersebut berbeda dengan rencana pemerintah yang ingin menggunakan asrama haji sebagai zona isolasi. Hal tersebut telah memicu protes dan kritik dari masyarakat setempat.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Riau Yudi Kurnai mengatakan bahwa langkah pemerintah menetapkan Batam sebagai zona isolasi untuk WNI yang baru saja kembali dari Wuhan adalah langkah yang salah.
Pasalnya, Batam merupakan destinasi wisata yang populer.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/virus-corona-4333.jpg)