Update Dini Hari Virus Corona 9.937 Orang Terinfeksi dan 213 Orang Mati, Cek Data Terbaru

Perdana Menteri Rusia, Tatiana Golikova menyebutkan, kedua orang yang terinfeksi virus corona tersebut, dilaporkan di wilayah Zabaikalsky dan....

Editor: Duanto AS
TRIBUN BATAM/ARGIANTO DIHAN AJI NUGROHO
Sejumlah wisatawan asal Malaysia tiba di Pelabuhan Internasional Batam Center, Batam, Selasa (28/1). Meningkatnya warga negara china yang terdeteksi virus corona di Singapura membuat pengawasan terhadap lalulintas warga negara asing maupun WNI diperketat untuk mencegah masuknya virus corona ke Indonesia. (TRIBUN BATAM/Argianto Dihan Aji Nugroho) 

Ian Jones, profesor virologi di University of Reading mengatakan, kemungkinan penyebaran lebih lanjut adalah "minimal" karena kasus-kasus tersebut ditangkap lebih awal.

Pakar virus mengatakan, mereka tidak terkejut melihat kasus di Inggris, tetapi ini bukan alasan untuk panik.

"Ini masih merupakan keadaan darurat Tiongkok karena 99% kasus terjadi di China dan semua kematian terjadi di China," kata Prof Devi Sridhar, dari University of Edinburgh.

Direktur Jenderal Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus mengumumkan status darurat global atas wabah virus corona.

Banyak Isteri di Kota Jambi Gugat Cerai Suaminya, Ini 5 Faktor Penyebab Perceraian, Ada Pihak ke 3

Hal ini dilakukan WHO mengingat, virus corona semakin lama semakin memburuk.

Dengan ini, Presiden Jokowi menyebut langkah WHO tersebut menandakan bahwa keputusan Indonesia untuk mengevakuasi WNI di Hubei, China, sudah tepat.

"Kemarin WHO juga sudah mengumumkan situasi darurat global yang terkait dengan virus korona. Jadi saya kira keputusan kita kemarin untuk mengevakuasi itu sudah betul," kata Jokowi usai meresmikan underpass Yogyakarta International Airport, sebagaimana dikutip dari Kompas.com, Jumat (31/1/2020).

Menurut Jokowi, pemerintah bergerak cepat untuk melakukan evakuasi kurang lebih 243 warga negara Indonesia yang berada di Provinsi Hubei dan kota-kota sekitarnya.

Jokowi menyebut proses evakuasi saat ini masih terus berjalan.

"Masih dalam proses. Masih kita proses karena yang ingin evakuasi bukan hanya Indonesia saja. Tetapi antrean kita sudah di depan," kata Presiden.

Selain itu, persiapan penerimaan di Tanah Air juga terus dilakukan sesuai dengan prosedur dan protokol kesehatan yang berlaku.

Di tempat terpisah, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan bahwa persiapan evakuasi WNI tersebut telah memasuki tahap akhir.

Retno juga telah bertemu dengan Duta Besar China di Jakarta untuk membahas hal tersebut.

"Pagi ini saya telah bertemu dengan Dubes RRT di Jakarta. Beliau telah menyampaikan clearance pendaratan dan pergerakan pesawat untuk evakuasi WNI dari Provinsi Hubei," kata Retno.

Rencananya, keberangkatan pesawat penjemput bersama tim pengevakuasi akan dilakukan dalam waktu kurang dari 24 jam.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved