Pemkab Batanghari Beri Bantuan Ribuan Ternak Ayam ke Sekolah-sekolah, Ternyata Ini Tujuannya
Pemkab Batanghari, melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) tahun ini kembali akan menyalurkan ribuan ekor bibit ayam.
Penulis: Rian Aidilfi Afriandi | Editor: Teguh Suprayitno
Pemkab Batanghari Beri Bantuan Ribuan Ternak Ayam ke Sekolah-sekolah, Ternyata Ini Tujuannya
TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Pemkab Batanghari, melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) tahun ini kembali akan menyalurkan ribuan ekor bibit ayam.
Dengan menggunakan sumber dana APBD II sebesar Rp 80 jutaan, program penyaluran bibit ayam ini menyasar kepada keluarga tak mampu dan anak-anak sekolah yang ada di Kabupaten Batanghari.
Kasi Produksi dan Pembibitan Disbunnak Kabupaten Batanghari, Ali Wardana saat dikonfirmasi menyebut, tahun ini pihaknya menyiapkan bibit ayam buras unggul dan ayam kampung unggul lebih kurang 3.000 ekor.
"Bantuan yang diberikan berupa anak ayam berusia 1 bulan kepada sekolah atau keluarga miskin. Syaratnya, mereka hanya perlu mengajukan permohonan kepada Disbunnak," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (31/1).
• Ramai Wacana Penghapusan Honorer, Ini Jumlah Honorer di Muarojambi yang Terancam
• Jembatan Muara Sabak Ditabrak Tongkang, Ini Alasan Pemkab Tanjab Timur Tak Tempuh Jalur Hukum
• VIDEO: Wabah Virus Corona Merebak, Kantor Google di China Ditutup
Sejauh ini, pihaknya baru menerima pengajuan dari 20 sekolah yang terdiri dari 17 Sekolah Dasar (SD) dan 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Masing-masing sekolah, katanya bakal mendapat jatah maksimal 100 ekor.
Sementara, untuk keluarga tak mampu Disbunnak bekerjasama dengan Dinsos untuk melakukan pendataan keluarga yang layak mendapatkan bantuan.
"Bibit yang diberikan ini sudah siap untuk dipelihara oleh anak-anak sekolah yang mana nantinya juga ada imbauan dari pihak sekolah kepada orang tua untuk memelihara bibit ayam yang diberikan tersebut," katanya.
Para siswa dan keluarga tak mampu, nantinya akan dibekali oleh pihak sekolah untuk pemeliharaan bibit ayam. Harapannya, nereka bisa menjadi wirausahawan dan mendapatkan penghasilan tambahan dari ternak tersebut.
Dimana, dijelaskan Ali bahwa nantinya harga jual ayam yang sudah siap jual bisa dihargai sekira Rp 40 ribuan. Dan jika ada sekira 100 ekor yang berhasil dijual maka uang yang didapat Rp 4 juta.
"Ini bisa berkelanjutan, walau nanti kita tak bisa berikan bibit yg baru tapi mereka bisa beli kembali. Ini prinsipnya stimulan. Dengan pembekalan kepada keluarga miskin dan anak-anak sekolah ini mudah-mudahan mereka dapat memelihara bibit ayam ini sampai berkembang dan bisa dijual," jelasnya.
Untuk diketahui, program penyaluran bibit ternak ayam tersebut sudah berjalan sejak tahun lalu. Dimana, Disbunnak Kabupaten Batanghari menyalurkan 500 ekor bibit ternak ayam kepada pelajar di 5 sekolah. (*)