Meski Menang Lomba Lari 21 Kilometer, Siswa SD Ini Tak Dapat Hadiah, Tangisan Kecewa Pun Pecah

Meski jadi pemenang dalam lomba lari 21 kilometer, siswa SD ini nyatanya tak dapat hadiah.

Editor: Heri Prihartono
www.antaranews.com  
Asmarani Dongku, siswi SD dari Desa Pandiri, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, peraih juara I lari 21 kilometer 

TRIBUNJAMBI.COM - Meski jadi pemenang dalam lomba lari 21 kilometer, siswa SD ini nyatanya tak dapat hadiah.

Kini siswa SD itu menangis gara-gara tak dapat hadiah meski telah jadi juara 1 lomba lari maraton 21 kilometer

Asmarani Dongku, siswa kelas VI SD dari Desa Pandiri, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso menangis setelah mengetahui ia tak mendapat hadiah meski menjadi juara .

DARURAT Virus Corona 13 Negara Evakuasi Warganya Dari China, Indonesia Ambil Langkah Ini!

Lomba itu digelar Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulawesi Tengah di Kabupaten Poso dalam rangka syukuran pekerjaan peningkatan jalan Kelurahan Lawanga-Toyado, 25 Januari 2020.

Lomba lari 21 kilometer itu diikuti 40 peserta.

Asmarani merupakan keluarga pelari yang hidup sederhana. Ia tertarik ikut lomba tersebut karena ajakan tetangganya.

VIRAL Siswi SD di Lampung Melawan Saat Akan Diculik, Begini yang Terjadi Selanjutnya

Dia mengatakan, pengalamannya mengikuti lomba lari, selalu ada hadiah berupa uang tunai mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 3 juta untuk juara I.

Kepala Dinas PU Sulteng Saifullah Djafar mengatakan, lomba lari itu tidak memiliki hadiah.

Sebab, acara itu bukan lomba lari namun hanya acara syukuran atas selesainya pekerjaan peningkatan jalan Kelurahan Lawanga- Toyado.

Pemenang hanya mendapatkan medali sebagai tanda keikutsertaan dalam acara itu. 

"Jadi sejak awal kita sudah sampaikan, bahwa acara ini tanpa hadiah dan gratis," jelas Saifullah yang dihubungi dari Poso.

VIRAL! Seorang WNA Asal China di Muaraenim Disebut Derita Virus Corona, Begini Kata Rumah Sakit!

Dia mengatakan, acara syukuran itu diikuti peserta dari Poso dan Palu yang telah mengetahui tidak ada hadiahnya.

Untuk mengikuti acara lomba lari itu, peserta harus mendaftar melalui komunitas masing-masing dan mendaftar secara kolektif ke pelaksana.

"Kemungkinan anak itu mendaftar tanpa diberikan informasi bahwa lomba itu tak ada hadiahnya hanya medali," kata Saifullah.

Kabag Humas dan Protokoler Pemda Poso, Wayan, mengatakan, kegiatan itu tidak ada sangkut pautnya dengan Pemda Poso.

Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu saat itu hanya diberikan waktu untuk melepas peserta lari.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Juara 1 Lari Maraton 21 Km Tanpa Hadiah, Siswi SD di Poso Menangis"

 
  •  
     
     
 
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved