Mahasiswa Indonesia di Wuhan Beberkan Deretan Hoax Tentang Wabah Corona di Media Sosial
Eros juga mengatakan jika kabar soal sumber penyebab virus Corona berasal dari laboratorium yang bocor termasuk hoaks.
Mahasiswa Indonesia di Wuhan Beberkan Deretan Hoax Tentang Wabah Corona di Media Sosial
TRIBUNJAMBI.COM-Baru-baru ini beredar pesan seorang mahasiswa Indonesia yang baru kembali dari Wuhan di aplikasi chating WhatsApp terkait virus Corona yang sedang menjadi sorortan dunia.
Mahasiswa Indonesia tersebut bernama Eros Shidqy Putra.
Sementara pesannya mulai menjadi perbincangan publik pada hari Rabu, 29 Januari 2020 kemarin.
Diketahui virus Corina kini sedang mewabah di Wuhan dan menginfeksi warga negara belahan dunia lainnya.

Melalui pesannya, Eros mengatakan jika bahwa saat ini banyak pemberitaan yang tidak benar terkait virus Corona.
Eros menjelaskan sebagian besar berita tersebut beredar di media sosial.
• Ini Lokasi Awal 4 Pelajar Merangin Dikabarkan Hilang di Jakarta, Sejak 28 Januari
• Rakor Korwas Penyidik Pegawai Negeri Sipil Krimsus dengan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Provinsi
• Prostitusi Anak di Apartemen Kalibata City, Pelaku Tampar Gigit, Setubuhi Korban, Tarif 350-900 Ribu
Satu di antara banyaknya kabar yang dimaksud oleh Eros adalah soal sup kelelawar yang selama ini diduga menjadi penyebab virus Corona menular.
Menurut Eros berita itu adalah hoaks.
Eros juga mengatakan jika kabar soal sumber penyebab virus Corona berasal dari laboratorium yang bocor termasuk hoaks.
Eros sendiri telah belajar di Wuhan sejak 1 September 2019.
Saat ini dirinya tengah mengambil program master di bidang hubungan international.
Eros bisa bersekolah di Wuhan setelah mendapatkan beasiswa dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (sekarang Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia, red)
Eros berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) analisis kebijakan di Deputi V Kamtibmas, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan.
Eros sudah kekmbali ke Indonesia sejak bulan Desember 2019 karena sedang libur musim dingin.