Breaking News:

Berita Tanjab Timur

Banyak Terima Pengaduan Soal Gas LPG 3 Kg, Disperindag Janji Segera Turun ke Lapangan

Banyak Terima Pengaduan Soal Gas LPG 3 Kg, Disperindag Janji Segera Turun ke Lapangan

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Deni Satria Budi
tribunjambi/Abdullah Usman
Potret Warga di Tanjab Timur Antre Gas 3 Kg beberapa waktu lalu 

Banyak Terima Pengaduan Soal Gas LPG 3 Kg, Disperindag Janji Segera Turun ke Lapangan

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), segera melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak). Ini dikarenakan banyaknya laporan masyarakat terkait permasalahan gas LPG 3 Kg.

Kabid Perdagangan Disperindag Tanjabtim, Afrinaldi mengatakan, hal itu dilakukan guna menindaklanjuti laporan masyarakat terkait maraknya pengecer dan adanya indikasi pangkalan menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) belum lama ini.

"Untuk menertibkan itu, dalam waktu dekat kami berencana akan Sidak ke lapangan. Kuota untuk ke pengecer itu tidak ada dan tidak diperbolehkan. Bila kedapatan, pangkalan bisa dikenakan sanksi, yakni pencabutan izin pangkalan," tegasnya.

Satu Juta Tanda Tangan, YLKI Jambi Gelar Petisi Tolak Kenaikan Iuran BPJS dan Gas 3 Kg

VIDEO: Miris! Makanan Menipis, Warga di Wuhan Berebut dan Bertengkar Makanan

Berawal dari Laporan Hilang, Ternyata Terungkap Prostitusi Anak Dibawah Umur Sekali Kencan Rp 1 Juta

Untuk HET gas bersubsidi 3 Kg dengan harga yang bervariasi. Seperti di wilayah Kecamatan Geragai, Mendahara Ulu, Dendang, Kuala Jambi dan Kecamatan Muara Sabak Barat, dikisaran Rp. 19.000 per tabung.

Sedangkan di Kecamatan Sadu harga gas 3 Kg berkisaran Rp 23 ribu sampai Rp 28 ribu per tabung.

"Desa Sungai Lokan dan Sungai Itik, Kecamatan Sadu itu berkisaran Rp. 23.000 per tabung. Sedangkan untuk Sungai Jambat dan Sungai Benuh, sekitar Rp 28.000," sebutnya.

"Pangkalan yang kedapatan menjual di atas ketentuan, itu sudah menyalahi aturan yang berlaku, dan bisa-bisa terkena sanksi," ujarnya.

Untuk dapat mewujudkan peraturan yang mengatur gas 3 kg itu, Pemkab Tanjabtim berharap peran serta tugas desa dan kelurahan untuk dapat mengawasi penyaluran gas bersubsidi tersebut.

"Soal pengawasan gas 3 Kg, bukan semata-mata tugas Disperindag, itu juga tanggung jawab desa dan kelurahan," ucapnya.

Menurut Afrinaldi, peraturan penggunaan gas LPG subsidi 3 Kg bagi Home Industri hanya dibolehkan mengambil 9 tabung.

Sedangkan untuk rumah tangga, maksimal penggunaannya 4 tabung.

"Untuk ASN, TNI dan Polri dilarang menggunakan gas melon guna meminimalisir kelangkaan," tegasnya.

Banyak Terima Pengaduan Soal Gas LPG 3 Kg, Disperindag Janji Segera Turun ke Lapangan (Tribunjambi.com/Abdullah Usman)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved