Berita Jambi

Satu Juta Tanda Tangan, YLKI Jambi Gelar Petisi Tolak Kenaikan Iuran BPJS dan Gas 3 Kg

Satu Juta Tanda Tangan, YLKI Jambi Gelar Petisi Tolak Kenaikan Iuran BPJS dan Gas 3 Kg

Satu Juta Tanda Tangan, YLKI Jambi Gelar Petisi Tolak Kenaikan Iuran BPJS dan Gas 3 Kg
Tribunjambi.com/Ade SW
Satu Juta Tanda Tangan, YLKI Jambi Gelar Petisi Tolak Kenaikan Iuran BPJS dan Gas 3 Kg 

Satu Juta Tanda Tangan, YLKI Jambi Gelar Petisi Tolak Kenaikan Iuran BPJS dan Gas 3 Kg

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Jambi, membuat petisi menolak kenaikan iuran BPJS dan menolak pencabutan subsidi gas elpiji 3 Kg.

Gerakan petisi satu juta tanda tangan yang dibuat YLKI Jambi dilakukan di kawasan car free day Telanaipura.

Petisi dibuat sebagai bentuk protes atas kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat, dan dianggap mematikan usaha rakyat kecil.

"Pertama kami menolak kenaikan iuran BPJS, karena ini sangat berdampak kepada masyarakat menengah ke bawah. Kalau biayanya tinggi mereka pasti kesulitan artinya mereka bisa saja tidak mendapatkan fasilitas kesehatan. Sedangkan menurut Pasal 28 H ayat satu dan tiga di sebutkan bahwa, hak warga negara yaitu untuk mendapatkan fasilitas kesehatan,” ungkap Ibnu Kholdun, Ketua YLKI Jambi.

YLKI Jambi gelar petisi satu juta tanda tangan tolak kenaikan iuran BPJS kesehatan dan harga gas 3 Kg
YLKI Jambi gelar petisi satu juta tanda tangan tolak kenaikan iuran BPJS kesehatan dan harga gas 3 Kg (Tribunjambi.com/Ade SW)

“Kedua, menolak rencana pemerintah mencabut gas 3 kg. Menurut kami belum tepat menanggapi kebijakan ini, kalau subsidi gas 3 kg ini di cabut, otomatis bagi usaha kecil seperti pedagang gorengan dan yang lainnya ikut terkena dampak,” lanjut Ibnu.

Dampak terburuk dari kenaikan itu kata Ibnu Kholdun, adalah matinya usaha-usaha kecil, ketika harga gas elpiji 3 Kg naik. Harga naik dan daya beli masyarakat berkurang, hal inilah kata Ibnu yang akan membunuh usaha-usaha kecil.

Kurang lebih 350 orang menandatangani petisi penolakan tersebut.

"Jadi saran kami, iuran BPJS dan subsidi gas elpiji ini jangan di cabut tapi bagaimana sistem regulasi dan sistem pengawasan sampai ke tingkat RT sehingga subsidi tepat sasaran dan merata" tutup Ibnu.

Rapat dengan BPJS Kesehatan, DPRD Kota Jambi Pertanyakan Kendala Rumah Sakit yang Belum Bekerjasama

Ternyata Pemkab Lahat Tinggalkan BPJS Kesehatan, Beralih ke Fasilitas Lain

Cara Pindah Faskes Secara Online & Offline hingga Cara Mengecek Tagihan Iuran BPJS Kesehatan

Tinggi nya harapan masyarakat dengan adanya petisi ini berharap didengar suara dan harapannya.

"Kita ini hanya rakyat kecil kalau iuran BPJS dinaikkan lagi dan gas elpiji di cabut subsidinya, bagaimana lagi nasib kami. BPJS naik saja kami sudah berat, apa lagi gas elpiji tidak dapat subsidi,” ungkap Randa Adiguna, warga yang ikut menandatangani petisi.

Randa juga mengatakan pendapatan jualan sahari-harinya tidak seberapa, jika gas elpiji tidak disubsidi lagi mau di jual berapa lagi hasil dagangannya, di tambah bayaran untuk iuran BPJS kalau jadi naik.

“Ya, kita berharap semoga dengan YLKI menyelenggarakan ini dan pemerintah bisa melihat seperti apa kehendak masyarakat dan bisa menimbang lagi lah, keputusan yang akan diambil,” tambah randa.

Satu Juta Tanda Tangan, YLKI Jambi Gelar Petisi Tolak Kenaikan Iuran BPJS dan Gas 3 Kg (Tribunjambi.com/Ade S.W)

Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved