Dibuat Pada Tahun 1991, Ini Spesifikasi Detail Helikopter Kobe Bryant Sikorsky S76B
Bintang basket Kobe Bryant meninggal dalam kecelakaan helikopter, Senin (27/1/2020) pagi waktu Indonesia. Kecelakaan tersebut melibatkan helikopter S
Selain itu, Sikorsky S-76 dikutip KompasTekno dari USA Today, Senin (27/1/2020), helikopter ini seringkali diawaki oleh dua pilot, tak seperti helikopter sipil lain yang lebih ringan.
• Virus Corona Menyebar Luas, Wuhan Berubah Bagaikan Kota Mati
• (VIDEO) Kondisi Helikopter Kobe Bryant yang Hangus Terbakar, Ini Pengakuan Saksi Mata
• Jangan Asal! Begini Cara yang Benar Pakai Masker Untuk Mencegah Penularan Virus Corona
• Masa Inkubasi Virus Corona Telah Lewat, Alasan Dinkes Jambi Kirim Sampel Cairan Pasien ke Kemenkes
Selain dua kru, helikopter ini juga mampu mengangkut enam penumpang.
Juru bicara Sikorsky, Callie Ferrari mengatakan hingga kini Sikorsky telah menjual 875 helikopter di seluruh dunia, termasuk 103 unit Sikorsky S-76B seperti yang digunakan oleh Kobe Bryant.
Belum ada indikasi awal penyebab kecelakaan, termasuk apakah ada kegagalan sistem di helikopter atau tidak.
Juru bicara NTSB (KNKT-nya AS), Christopher O'Neil mengatakan bahwa mereka tidak akan berspekulasi tentang penyebab kecelakaan.
Tim NTSB saat ini telah diterjunkan untuk menginvestigasi kecelakaan helikopter Kobe Bryant.
Pabrikan helikopter Sikorsky sendiri telah diakuisisi oleh pabrikan pesawat AS, Lockheed Martin pada 2015 lalu, namun seri-seri helikopter Sikorsky masih dipertahankan dan diproduksi hingga kini.
Dalam pernyataan resminya, Lockheed Martin mengatakan pihaknya menempatkan keamanan sebagai prioritas, dan jika ada temuan yang harus ditindaklanjuti, mereka akan menginformasikannya kepada pengguna S-76 di seluruh dunia.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Helikopter Kobe Bryant Sikorsky S76B Dibuat 1991, Ini Detailnya"

Detik-detik Jatuhnya Helikopter yang Tewaskan Kobe Bryant
Suara aneh yang sangat kencang dan penerbangan rendah menjadi kesimpulan dari beberapa saksi mata kecelakaan helikopter yang menewaskan Kobe Bryant.
Kobe Bryant dinyatakan tewas setelah helikopter yang ditumpanginya jatuh di Calabasas, California, Minggu (26/1/2020) pagi waktu Amerika Serikat.
Selain itu, satu pilot dan tujuh penumpang lain juga tewas di tempat, termasuk putri Kobe Bryant, Gianna "Gigi" Maria Onroe.
Kathy Sonnad, warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi kecelakaan, mengaku kaget karena kejadian berlangsung sangat cepat.
Dikutip dari situs web Philly Voice, Kathy Sonnad berjalan keluar rumah pada pukul 09.40 waktu setempat.
Menurut dia, cuaca saat itu tidak bagus karena kabut sangat tebal.
"Warga di sini sudah terbiasa melihat helikopter melintas di atas permukiman. Helikopter itu terbang seperti biasa dari arah barat ke timur. Namun, suara helikopter yang satu ini sangat tidak wajar," kata Kathy.
"Suaranya sangat keras seperti helikopter sedang melintas tepat di atap rumah kami. Lima detik setelah mendengar itu, saya tidak lagi mendengar suara mesin. Tiba-tiba sudah ada gumpalan asap," ujar Kathy.
"Sepuluh detik setelah keluar asap, tiba-tiba terdengar suara ledakan yang sangat kencang," tutur Kathy.
Hal senada juga diungkapkan saksi dari CBS NEWS, Gavin Mask.
"Itu bukan ledakan biasa, suara yang ditimbulkan sangat kencang. Setelah mendengar itu, saya melihat asap di atas bukit. Tidak hitam, asap itu berwarna abu-abu. Beruntung warga di sini tidak ada yang menjadi korban" kata Gavin.
Sebelum jatuh, helikopter yang ditumpangi Kobe Bryant terbang sangat rendah.