Imlek di Jambi

BREAKING NEWS Kisah 2 Pelajar di Kuala Tungkal saat Imlek, Mengenang Masa Kecil

Makna Tahun Baru Imlek Bagi 2 Pelajar di Kuala Tungkal, Momen Berkumpul Bersama Keluarga Besar

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Deni Satria Budi
Tribunjambi.com/Darwin Sijabat
Makna Tahun Baru Imlek Bagi 2 Pelajar di Kuala Tungkal, Momen Berkumpul Bersama Keluarga Besar 

Makna Tahun Baru Imlek Bagi 2 Pelajar di Kuala Tungkal, Momen Berkumpul Bersama Keluarga Besar

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Merayakan tahun baru Imlek tahun 2020 dengan bersyukur dan merefleksikan diri serta meningkatkan nilai toleransi antar umat beragama.

Begitulah perayaan tahun baru Imlek yang dijadikan momen bersilaturahmi dan membina hubungan antar keluarga dan masyarakat.

Imlek dimaknai sebagai momen berkumpul dan menghabiskan waktu bersama keluarga.

Hal tersebutlah yang dilakukan William Wibowo, pelajar di Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Baginya, momen Imlek merupakan perayaan yang penuh makna, sebab bisa berkumpul dengan keluarga besar.

Pria dengan nama Tionghoa Ayong ini menceritakan sebuah tradisi yang masih melekat yaitu malam sebelum Imlek atau malam pergantian tahun baru, diadakan makan bersama keluarga besar.

Kegiatan jelang menyambut perayaan tahun baru Imlek 2020
Kegiatan jelang menyambut perayaan tahun baru Imlek 2020 (Tribunjambi.com/Darwin Sijabat)

“Memaknai dengan bersyukur dan bisa berkumpul dengan keluarga besar dan merefleksikan selama satu tahun belakangan untuk menjadi terbaik kedepannya,” katanya, Jumat (24/1/2020).

Sebagai warga negara Indonesia dengan suku beragam juga menjadi kerinduannya. Sebab dengan Imlek menurutnya, akan mendekatkan antar sesama warga negara dengan meningkatkan silaturahmi, khususnya kepada Sang Pencipta.

Begitupula yang dilakukan Owen Vladeo. Pelajar di Kuala Tungkal ini mengungkapkan bahwa perayaan Imlek merupakan momen untuk merefleksikan diri selama satu tahun dan menyongsong tahun berikutnya.

“Imlek untuk mendekatkan diri Pencipta, dan keluarga. Merefleksikan diri untuk menjadi orang muda yang cerdas. Pandai memembawa diri, mau terbuka. Kalau semakin menutup diri, tidak ada kawan,” terangnya.

Dua pelajar di Kuala Tungkal yang sedang memainkan barongsai
Dua pelajar di Kuala Tungkal yang sedang memainkan barongsai (Tribunjambi.com/Darwin Sijabat)

Merayakannya pun kata The Wang Chong nama Chinese Owen Vladeo, tidak dengan berliburan, melainkan berkumpul bersama keluarga besar merupakan inti dari Imlek.

Mengenai hal yang menarik dan ditunggu-tunggu di tahun baru Imlek ini, dia, mencerikan selain berkumpul keluarga juga dengan kawan semasa kecil juga SMP.

“Kalau imlek itu melepas rindu bersama keluarga dan teman, menunggu Angpao,” jelasnya.

Meskipun sesungguhnya memaknai tahun baru ini tidak dapat diungkapkan sebab mempunyai rasa yang berbeda dari hari hari biasa. Namun pada intinya adalah rasa syukur.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved