Lari dari Pesantren, Terungkap 9 Santri Takut, Dua Temannya Sudah Dicabuli Guru di Lhokeseumawe

Sembilan santri dan dua korban pencabulan melarikan diri dari salah satu pesantren di Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara

Lari dari Pesantren, Terungkap 9 Santri Takut, Dua Temannya Sudah Dicabuli Guru di Lhokeseumawe
Kompas.com
Polisi membawa pelaku pencabulan terhadap santri di Mapolres Lhokseumawe, Senin (20/1/2020)(KOMPAS.com/MASRIADI ) 

TRIBUNJAMBI.COM-Sembilan santri dan dua korban pencabulan melarikan diri dari salah satu pesantren di Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara pada November 2019 lalu.

Mereka lari dari pesantren untuk melaporkan gurunya bernisial JB alias MZ (26) ke Polsek Dewantara, Aceh Utara.

Wakil Kepala Polisi Resort Lhokseumawe, Kompol Ahzan, Selasa (21/1/2020) kepada Kompas.com, membenarkan hal tersebut.

Ia menyebutkan, awalnya sembilan santri menemani dua santri yang jadi korban pencabulan itu lari dari pesantren untuk melapor ke polisi.

Kedua korban ini berinisial A dan M, keduanya adalah santri laki-laki.

Setelah melapor ke polisi, penyidikan dilakukan.

Ulah Tak Biasa Luna Maya ke Lucinta Luna saat di acara Ashanty Jadi Sorotan, Sentuh Tubuh Tertentu

Polisi Bongkar Sindikat Penjualan Bayi, Perempuan Harga Segini, Laki-laki Lebih Murah 10 Juta

Dinikahi Sopir, Tetangga Cibiri Wanita Lulusan S2, Tapi Maharnya Mencengangkan, Gaji 5 Kali Lipat

Orangtua kedua santri korban pencabulan juga turut datang ke kantor polisi membuat laporan.

“Lalu polisi menyelidiki. Kita komunikasi persuasif, sehingga tersangka MZ itu datang ke kantor polisi untuk menyerahkan diri. Diantar oleh pimpinan pesantren,” kata Ahzan saat dihubungi Kompas.com melalui telepon.

Dia menyebutkan barang bukti berupa pakaian korban, pakaian pelaku dan buku harian milik korban.

Kerap menonton film porno

Halaman
12
Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved