MISSION SACRE
Menurut al-Ghazali ambisi terhadap kekuasaan itu lebih unggul daripada ambisi terhadap harta, karena meraih harta melalui kekuasaan itu lebih mudah...
*Oleh Trias Kuncahyono
Namanya begitu panjang, Muhammad ibn Muhammad ibn Muhammad ibn Ahmad Ath Thusiasy-Syafi’i Abu Hamid Al Ghazali.
Namun, orang lebih mengenalnya sebagai Al-Ghazali, Imam Al-Ghazali (1058-1111), sebagai seorang teolog, ahli tasawuf, dan filsud.
Salah satu hasil pemikiran al-Ghazali adalah menyangkut soal ambisi orang akan kekuasaan.
• Viral Fenomena Pohon Menangis, Warga Berbondong-bondong Mengecek Polisi Sampai Turun Tangan Ternyata
• Sejarah Laga Liverpool vs Manchester United, Catatan Menarik North West Derby sejak 1898
Menurut al-Ghazali ambisi terhadap kekuasaan itu lebih unggul daripada ambisi terhadap harta, karena meraih harta melalui kekuasaan itu lebih mudah dibandingkan meraih kekuasaan melalui lantaran harta.
Itulah sebabnya orang berebut dan bertarung untuk mendapatkan kekuasaan.
Delapan abad kemudian, John Emerich Edward Dalberg-Acton yang lebih populer dengan nama Lord Acton (1834-1902) menulis, “…Power tends to corrups and absolute power corrupts absolutely..”, orang yang memiliki kekuasaan cenderung jahat, dan apabila kekuasaan itu demikian banyak, maka kecenderungan akan jahat itu semakin menjadi-jadi.
Dalam rumusan yang pendek, Lord Acton ingin mengatakan, “kekuasaan cenderung korup.” Walaupun “kekuasaan cenderung korup”, tetapi kekuasaan selalu diperebutkan.
Kekuasaan akan selalu diperebutkan dengan segala macam cara dan jalan, atau bahkan menghalalkan segala cara, menurut istilah Niccolo Machiavelli.
Kekuasaan itu memang memesona dan sekaligus manakutkan. Maka orang bertarung untuk memperebutkan.
Setelah menggenggamnya, maka pemegang kekuasaan akan berusaha sekuat tenaga dan daya untuk mempertahankan, dan kalau perlu dan mampu memperluas kekuasaannya itu.
Ilmuwan politik dan sejarawan Amerika kelahiran Jerman Hans Morgenthau (1904-1980), dalam Politics Among Nations: The Struggle for Power and Peace, menulis motif tindakan politik adalah tiga hal dasar: mempertahankan kekuasaan, menambah kekuasaan, atau memperlihatkan kekuasaan.
Apa yang dikatakan oleh al-Ghazli, sekarang ini terbukti.
Banyak pejabat yang sebelumnya miskin atau sekurang-kurangnya biasa-biasa saja, mendadak kaya raya setelah menjabat.
Honores mutant mores, saat manusia mulai berkuasa, berubahkan pula tingkah lakunya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/trias-kuncahyono-wartawan-senior-harian-kompas.jpg)