Milenials

Ringankan Beban Pikiran, Ini Tanggapan Milenials Jambi Soal Kasus Bunuh Diri

Ringankan Beban Pikiran, Ini Tanggapan Milenials Jambi Soal Kasus Bunuh Diri

Ringankan Beban Pikiran, Ini Tanggapan Milenials Jambi Soal Kasus Bunuh Diri
IST
Rana. Ringankan Beban Pikiran, Ini Tanggapan Milenials Jambi Soal Kasus Bunuh Diri

Ringankan Beban Pikiran, Ini Tanggapan Milenials Jambi Soal Kasus Bunuh Diri

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kasus bunuh diri kembali terjadi di Jambi. Akibat putus cinta seorang pemuda di Desa Kasang Pudak, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muarojambi, memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri di rumahnya pada Kamis malam (17/1/2020) sekira pukul 22.30 WIB.

Pemuda 20 tahun ini bahkan sempat melakukan live di akun Facebooknya. Mengenai kasus bunuh diri ini, beberapa mahasiswa di Jambi memberikan tanggapannya.

Tazkia, Mahasiswa

Hampir tiap hari mungkin berita dari penjuru daerah atau dunia menampilkan berita kasus bunuh diri. Kalau dalam Islam, bunuh diri itu tidak dibenarkan.

Akarnya bunuh diri itu kan perasaan tidak berdaya, tidak berguna dan depresi yang melahirkan pemikiran 'Ah lebih baik aku ga ada di dunia' -secara umum sih bgitu setau aku-.

Pencegahan yang paling pertama harus kita buat adalah dengan diri kita sendiri. Kadar depresi tiap orang itu beda-beda. Cuma kita yang tau sampai mana kita sanggup.

Semakin ke sini, semakin banyak orang menggampangkan suatu hal. Tidak berpikir matang tentang apa yang akan dilakukan.

Tazkia
Tazkia (Tribunjambi.com/Nurlailis)

Ujung-ujungnya langkah yang diambil tanpa pikir matang itu salah, muncul berbagai masalah, stress, lalu berpikir cara terbaik adalah mengakhiri hidup.

Mencegah bunuh diri itu menurutku sejatinya dari diri sendiri. Kita tau batasan diri kita, kita ciptakan kegiatan dan lingkungan postif dan sebagainya.

Halaman
12
Penulis: Nurlailis
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved