Dewan Tak Sanggup Selesaikan Masalah Limbah 1x24 Jam, Mahasiswa di Bungo Ancam Demo PT Bungo Limbur

Puluhan mahasiswa dan massa yang menggelar aksi di gedung DPRD Bungo menuntut tindakan tegas terhadap limbah PT Bungo Limbur yang dianggap meresahkan.

Dewan Tak Sanggup Selesaikan Masalah Limbah 1x24 Jam, Mahasiswa di Bungo Ancam Demo PT Bungo Limbur
Tribunjambi/Mareza
Puluhan mahasiswa dan massa yang menggelar aksi di gedung DPRD Bungo menuntut tindakan tegas terhadap limbah PT Bungo Limbur yang dianggap meresahkan warga. 

Dewan Tak Sanggup Selesaikan Masalah Limbah Dalam Sehari, Mahasiswa di Bungo Ancam Demo PT Bungo Limbur

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Puluhan mahasiswa dan massa yang menggelar aksi di gedung DPRD Bungo pulang dengan tangan kosong, setelah tuntutan mereka tidak disanggupi pihak DPRD dan OPD terkait, Selasa (14/1/2020). Mereka menuntut tindakan tegas terhadap limbah PT Bungo Limbur yang dianggap meresahkan warga.

"Kami akan kasih surprize untuk DPRD. Dan kami, juga akan melakukan aksi di PT Bungo Limbur," kata Ahmad Hidayat, Ketua PMII Cabang Bungo usai aksi.

Menurutnya, massa yang datang kecewa karena tuntutan tidak terpenuhi.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD, Darwandi mengaku tidak bisa menyanggupi tuntutan tersebut. Menurutnya, perlu proses yang tidak instan.

Jadi Korban Pelaku Pembunuhan di Bungo, Robi Ajukan Restitusi Rp145 Juta Akibat Kritis

Jasad Diperkirakan Muncul Pukul 15.00, Basarnas Terus Cari Zulfan yang Tenggelam di WFC Tungkal

Harga Cabai Kembali Berubah, Daftar Harga Sembako di Jambi Hari Ini 15 Januari 2020

"Kalau mereka minta 1x24 jam, siapa pun mana sanggup. Kami perlu panggil OPD, perlu panggil perusahaan. Belum lagi cek di lokasi. Mereka maunya langsung selesai," kata dia.

Namun, kata Darwandi, pihaknya tetap akan menindaklanjuti permasalahan perusahaan kelapa sawit itu. Menurutnya, jika massa aksi melanjutkan aksi di perusahaan, itu merupakan hak mereka.

"Mau demo di sana, terserahlah. Yang jelas kami kerja di sini sesuai tupoksi kami," katanya.

Sempat terjadi perdebatan alot dalam aksi yang diikuti masyarakat dan mahasiswa itu. Meski sempat bermediasi, kedua pihak belum menemui kesepakatan.

Massa mempertanyakan izin PT Bungo Limbur. Selain itu, mereka juga mempertanyakan standar operasional pengolahan limbah CSR, menuntut perbaikan akses jalan, dan meninjau terkait BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), Safrizal dan Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Yuddi, dan Dinas Satpol-PP dan Damkar Bungo juga diundang dalam mediasi itu. Namun, tidak ada titik temu.

"DPR mandul!" singgung sejumlah peserta aksi.

Sejumlah aparat kepolisian juga dikerahkan untuk mengamankan jalannya aksi. Kapolres Bungo, AKBP Trisaksono Puspo Aji yang turut turun memantau aksi tersebut mengatakan, ada sekitar 50 personel dikerahkan.

"Sekitar 50-an personel kita kerahkan. Alhamdulillah, aksi ini dapat diamankan dengan baik," katanya.(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved