Kisah Militer

Ini Kisah Seorang Pramugari Garuda Indonesia Pacaran dengan Kiopassus hingga Pernikahan

Ini kisah seorang pramugari Garuda Indonesia berpacaran dengan Kopassus. Perlu ketegaran hati dan kesabaran hingga pernikahan tiba.

Editor: Duanto AS
Istimewa
Hartini, Benny Moerdani dan anaknya. 

Ini kisah seorang pramugari Garuda Indonesia berpacaran dengan Kopassus. Perlu ketegaran hati dan kesabaran hingga pernikahan tiba.

TRIBUNJAMBI.COM - Saking cintanya terhadap Tanah Air, pria ini hampir lupa untuk menikah.

Anggota Kopassus yang kerap dipanggil Benny ini mengorbankan waktu bertemu keluarga dan anak-anaknya, demi menjalankan misi-misi berbahaya.

Ilustrasi pramugari Garuda Indonesia
Ilustrasi pramugari Garuda Indonesia (isntagram/ajengnsf)

Leonardus Benyamin Benny Moerdani pernah menjabat Menteri Pertahanan / Panglima TNI (Panglima ABRI pada saat masa Orde Baru). Sebelumnya, sejak zaman Presiden Soekarno, lelaki fenomenal ini kenyang pengalaman sejak menjadk prajurit RPKAD (Sekarang Kopassus).

Benny dikenal sebagai prajurit pasukan tempur yang kenyang penugasan di berbagai medan laga. Selain itu, pernah dihantam berbagai isu.

Haji Umar Sparring Partner vs Jago Karate Jepang, Prajurit Kopassus Menang dalam Beberapa Jurus

Daftar 6 Anak Artis yang Jadi Kopassus, TNI dan Polisi, Tak Banyak Orang yang Mengetahui

Benny dan Tim Kecil Kopassus di Rimba Kalimantan, Pertempuran Maut 1964

Jenderal Leonardus Benyamin Benny Moerdani (1932-2004), semasa hidupnya dikenal sebagai tokoh intelijen RI yang mumpuni.

Pacaran saat letda

Kendati merupakan tentara yang gila bekerja dan penugasan, pada ‘usia normal’, yakni saat masih berpangkat letnan dua (letda), Benny memiliki pacar bernama Hartini.

Dilansir dari intisari online, Hartini merupakan pramugari Garuda Indonesia.Saat itu, pangkat letda umumnya diperoleh anggota TNI setelah lulus pendidikan Akademi Militer (Taruna).

Karena kemudian bergabung dengan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) dan sekaligus merupakan personel intelijen yang handal, Benny kerap melaksanakan misi rahasia.

Misi itu tidak boleh diketahui siapapun, termasuk pacarnya sendiri, Hartini.

Ketika sedang mendapat tugas khusus, Benny tidak pernah pamit kepada Hartini. Dia langsung ‘menghilang’ begitu saja.

Upacara pemakaman Kapten Pilot GA “Woyla” Herman Rante yang dihadiri oleh rekan-rekan dan krew awak pesawat Woyla. Kapten Herman Rante ditembak salah satu teroris dalam serangan tersebut akhirnya meninggal di Rumah Sakit di Bangkok beberapa hari setelah insiden tersebut. Beliau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.
Upacara pemakaman Kapten Pilot GA “Woyla” Herman Rante yang dihadiri oleh rekan-rekan dan krew awak pesawat Woyla. Kapten Herman Rante ditembak salah satu teroris dalam serangan tersebut akhirnya meninggal di Rumah Sakit di Bangkok beberapa hari setelah insiden tersebut. Beliau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. (Pict: ©1981 by Kompas)

Meski menjalani pola berpacaran yang tidak normal, hubungan Benny dan Hartini tetap baik-baik saja, hingga usia pacaran mereka nyaris lewat delapan tahun.

Presiden Soekarno yang juga memiliki hubungan baik dan perhatian khusus kepada Benny, justru merasa tidak enak dengan pola pacaran Benny-Hartini. Dia menilai waktu pacaran itu sudah terlalu lama.

Bung Karno akhirnya memaksa Benny untuk segera menikah. Itu dengan pertimbangan waktu pacaran Benny-Hartini sudah terlalu lama dan karier Benny di militer yang makin cemerlang.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved