Pengamat Ungkap Ketakutan China Jika Indonesia Lakukan Ini, Ancam Perekonomian Mereka

Insiden antara Indonesia dengan China di Natuna utara tak berkesudahan. Pada 2016, konflik terjadi setelah awak kapal Patroli Hiu 11

Pengamat Ungkap Ketakutan China Jika Indonesia Lakukan Ini, Ancam Perekonomian Mereka
HANDOUT
VIDEO : Konflik di Laut Natuna, TNI Kerahkan 600 Personel untuk Jaga Wilayah ZEE Indonesia 

Pengamat Ungkap China Sebenarnya Takut Indonesia Lakukan Ini, Ancam Perekonomian Mereka

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia didesak menarik duta besarnya dari Beijing dan meninjau ulang seluruh proyek kerja sama dengan China menyusul sikap negara itu yang tidak mengakui kedaulatan Indonesia atas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di Perairan Natuna, Kepulauan Riau.

Pakar kebijakan luar negeri dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Evan Laksmana, menilai langkah pemerintah yang selama ini sebatas melayangkan nota protes tidak mempan sebab persoalan tersebut terus berulang.

"Kita sudah mengambil langkah yang sama dan berharap hasil yang berbeda."

"Kalau hari ini Dubes China mau mendengar kita dan bisa membujuk Beijing menarik semua coast guardnya, tapi apakah ada jaminan bulan depan mereka tidak akan kembali?" ujar Evan Laksmana kepada BBC, Minggu (05/01/2020).

Jejak Karier Ria Irawan, Masa Lalu Jadi Perokok Berat karena Malu Suara Cempreng Kayak Bebek

Hasil Lengkap Piala FA Tadi Malam, 20 Pertandingan, Manchester United Loyo, Liverpool Perkasa

Keheranan Sule & Ibunda Lina, Sang Anak Bukan Diasuh Teddy Tapi Diserahkan ke Teman

Menurut Evan, selain meninjau ulang kerja sama dengan China, pemerintah Indonesia juga bisa memanggil pulang duta besar dari Beijing hingga China menarik seluruh kapal patrolinya dari perairan Natuna utara.

Dengan begitu, katanya, Indonesia punya posisi tawar yang bagus.

Kendati demikian, Evan mengatakan ada risiko yang mungkin saja terjadi dalam hubungan ekonomi kedua negara.

Meskipun ia meyakini, China akan melunak sebab tak ingin kehilangan salah satu sumber pasarnya di wilayah Asia.

"Kalaupun ada risiko dan China tetap berkeras, saya merasa situasi sekarang enggak terlalu solid."

Halaman
1234
Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved