Info Terkini BPJS Kesehatan

Berkat JKN-KIS, Anak Saya Dapat Bebas Bermain Kembali, Kisah Arsyla dan Ibunya

Namun apa yang terjadi apabila anak menderita sakit yang berpotensi mengeluarkan pembiayaan tinggi, sedangkan keadaan ekonomi sedang tidak baik?

Berkat JKN-KIS, Anak Saya Dapat Bebas Bermain Kembali, Kisah Arsyla dan Ibunya
Istimewa
Endang (35), ketika puteri kecilnya Arsyla yang baru menginjak usia 15 bulan. 

Berkat JKN-KIS, Anak Saya Dapat Bebas Bermain Kembali, Kisah Arsyla dan Ibunya

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Setiap orang tua tentunya ingin selalu memberikan yang terbaik dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak mereka. Apabila anak sakit, tentu mereka segera memberikan perawatan terbaik bagi putra dan putrinya.

Namun apa yang terjadi apabila putra dan putri mereka menderita sakit yang berpotensi mengeluarkan pembiayaan tinggi, sedangkan keadaan ekonomi sedang tidak baik?

Hal ini yang dirasakan Endang (35), ketika puteri kecilnya Arsyla yang baru menginjak usia 15 bulan didiagnosa memiliki tumor jinak pada bagian dagu.

Endang tidak menyangka bahwa benjolan kecil yang terlihat di bawah dagu anaknya itu akan berujung tumor jinak, yang mengharuskan anaknya merasakan dinginnya meja operasi untuk pengangkatan tumor tersebut, saat usia terbilang masih sangat kecil.

“Saya mengira itu hanya benjolan kecil biasa, seperti gondongan tapi tidak besar sehingga Arsyla saya kompres dengan menggunakan blau seperti resep orang tua tua dulu. Tapi kalau memang sakit gondongan seharusnya mengecil setidaknya dalam waktu tiga hari, dan anak saya ini karena pada dasarnya anak yang aktif dan ceria jadi tidak terlihat seperti orang sakit,” ujar Endang

Ternyata sudah seminggu berlangsung, benjolan pada bagian bawah dagu Arsyla tak kunjung mengempis, buka semakin mengecil luasannya namun bertambah volume benjolan tersebut yang mengakibatkan Arsyla mengalami panas tinggi sehingga langsung dibawa ke Rumah Sakit Daerah Bayung Lencir.

Endang memang berdomisili di wilayah perbatasan antara Provinsi Sumatera Selatan dengan Provinsi Jambi, yakni di wilayah Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin.

Karena bermukim di wilayah perbatasan, mengakibatkan RSUD tempat Arsyla dirawat memiliki keterbatasan fasilitas sarana dan fasilitas dokter spesialis.

Akhirny Arsyla dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi, untuk pelaksanaan operasi pengangkatan tumor jinak tersebut.

“Semua proses pemeriksaan kesehatan dibiayai oleh program JKN-KIS, sedari awal ketika masuk IGD RSUD Bayung, sampai rawat jalan rutin untuk pemeriksaan kesehatan anak saya sebelum dirujuk. Semua dijamin oleh program JKN-KIS. Bahkan di RSUD Raden Mattaher Jambi juga kami tidak ada dimintai pembiayaan apa-apa. Dan ini sudah hari keenam Arsyla dirawat di sini,” tutur Endang

“Ini udah hari keenam dan alhamdulillah atas pemeriksaan dokter tumornya bisa diangkat. Sekarang tinggal masa pemulihan. Saya sebagai orang tua merasa sangat lega dengan hadirnya program JKN-KIS di Indonesia. Alangkah malangnya kami yang seorang pedagang kecil ketika mengalami penyakit serius dan berbiaya mahal tidak bisa berobat karena tidak punya uang dan apalagi asuransi. Alhamdulillah ada JKN kami terbantu dan berterima kasih dengan BPJS Kesehatan yang menjalankan program ini,” ujar Endang. (adv)

Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved