Pembunuh Ibunya Ditembak Mati, Ini Terjadi Pada Anak Korban Saat Dengar Pelaku Tewas

Pendik Agustiawan (35), anak dari korban perampokan dan pembunuhan sadis di warung kopi Jalan Lakarsantri Surabaya ungkap perasaannya

Editor: Nani Rachmaini
Tribunjatim.com/Firman Rachmanudin
Kondisi tersangka pelaku pembunuhan janda pemilik warung kopi saat di Kamar Mayat RSUD Dr Soetomo Surabaya, Jumat (27/12/2019). 

Pembunuh Ibunya Ditembak Mati, Anak Korban Ungkap Perasaannya Saat Mendengar Kematian Pelaku

TRIBUNJAMBI.COM, SURABAYA - Pendik Agustiawan (35), anak dari korban perampokan dan pembunuhan sadis di warung kopi Jalan Lakarsantri Surabaya ungkap perasaannya saat dengar kematian pembunuh ibunya.

Ia bahkan menyebut jika kematian sang ibu dibayar tuntas, setelah pelakunya ditembak mati oleh Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Kamis (26/12/2019) malam.

"Nyawa dibayar nyawa. Kami berterima kasih kepada kepolisian yang tentu sangat berat dengan segala tugasnya. Saya pribadi lega dan bersyukur," ujar Pendik.

Pendik menyebut jika sang ibu dikenal baik dan ramah kepada siapapun.

MAKAM Dibongkar, Misteri Kematian Bripda Derustianto Terungkap: Hukuman Dari Senior Jadi Biangkerok!

Emosi Maia Estianty Meledak Saat Ditipu Driver Gojek, Saldonya Dikuras untuk Beli Hp Belasan Juta

Spoiler One Piece 967 - Pulau Terakhir, Roger dan Harta Karun

Bahkan, anak-anak muda langganan warung kopi milik ibunya itu menganggap almarhumah adalah ibunya sendiri.

Kondisi tersangka pelaku pembunuhan janda pemilik warung kopi saat di Kamar Mayat RSUD Dr Soetomo Surabaya, Jumat (27/12/2019).
Kondisi tersangka pelaku pembunuhan janda pemilik warung kopi saat di Kamar Mayat RSUD Dr Soetomo Surabaya, Jumat (27/12/2019). (Tribunjatim.com/Firman Rachmanudin)

"Waktu ibu ndak ada itu banyak sekali yang ngelayat."

"Sampai Pak RT bilang belum pernah ada yang ngelayat orang meninggal sebanyak itu."

"Mereka itu menganggap ibu saya seperti ibu sendiri."

"Karena memang orangnya baik, suka menolong," tambahnya.

Kini, tuntas sudah tugas polisi mengungkap tiga pelaku perampokan dan pembunuhan janda warung kopi di Lakarsantri, 31 Agustus 2017 lalu.

Dua pelaku bahkan sudah divonis masing-masing 13 tahun penjara dan satu lainnya ditembak mati.

Mereka adalah M Rifai (33), warga Jalan Tinalan IV, Kediri yang juga tinggal di Jalan Bagong Ginayan, Gubeng, Surabaya dan Arma Widiantara (34), warga Pucang Kerep, Pucang Sewu Surabaya.

Wanita Penderita Kanker Nekat Tembak Mati Suaminya, Gara-gara Sudah Meninggal Takut Nikah Lagi

Dr Panggayuh Meninggal Dunia di Usia 57 Tahun, Sempat Terjatuh dan Jalani Operasi

Deretan Penyebab Tak Terduga Serangan Jantung - Suara Keras hingga Nyeri Bahu

Sementara Riyandi Prasetiawan (36) alias Andi Prasojo alias Slamet Handoyo terpaksa ditembak mati petugas karena melawan menggunakan senjata tajam saat ditangkap.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho menegasakan, buron kasus pembunuhan janda pemilik warung kopi Lakarsantri itu terjadi pada 31 Agustus 2017 lalu.

Ilustrasi pembunuhan.
Ilustrasi pembunuhan. (The Indian Express)
Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved