Breaking News:

PT Putra Kurnia Property Mulai Bangun Jambi Bussiness Center di Simpang Mayang, BOT 30 Tahun

Setelah pembersihan, pembangunan Jambi Bussiness Center (JBC) di lahan Pemprov Jambi di kawasan pertigaan Simpang Mayang, Kota Jambi.

Tribunjambi/Zulkifli
Kepala Biro Pengelolaan Barang Milik Daerah Setda Provinsi Jambi Riko Febrianto. 

PT Putra Kurnia Property Mulai Bangun Jambi Bussiness Center di Simpang Mayang, BOT 30 Tahun 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Setelah pembersihan, pembangunan Jambi Bussiness Center (JBC) di lahan Pemprov Jambi di kawasan pertigaan Simpang Mayang, Kota Jambi mulai dilakukan seminggu terakhir.

Kepala Biro Pengelolaan Barang Milik Daerah Setda Provinsi Jambi Riko Febrianto saat dikonfirmasi mengatakan bahwasanya tak apa pekerjaan dilakukan di akhir tahun ini. Ini karena lahan eks Kantor Dinas Peternakan Pemprov ini digarap oleh pihak ketiga yakni PT Putra Kurnia Property (PKP). Dengan sistem Bangun, Guna Serah (BGS atau BOT) untuk jangka waktu 30 tahun.

“Tak masalah dikerjakan diakhir tahun atau besok, untuk pemborongnya dan luasan masih sama dengan ketetapan awal,” terangnya.

Pemprov Jambi Cairkan Beasiswa Sampai Rp14 Miliar Lebih, Cek Siapa Saja Penerimanya

Hukuman Jamiludin Makin Berat Gara-gara Arit, Anggota SMB Divonis 2,5 Tahun

Pemkab Batanghari Selesai Calon Dai, 27 Peserta Dipastikan Tersingkir

Untuk target pekerjaan yang bisa dicapai pada 2019 sendiri, Riko mengakatakan masih berkutat pada proses persiapan pekerjaan. “Nampaknya mereka sedang bekerja dengan (alat berat) di belakang bikin pondasi,” ujarnya.

Namun untuk plang jangka pendek Riko menyebut belum diberikan informasi. “Rencana jangka pendek belum ada (didapatkan), yang jelas perjanjian sudah mulai jalan,” katanya.

Info terakhir menurut Riko lahan ini memang akan mulai digarap oleh pihak ketiga pemengang izin penggunaan lahan Pemprov ini (BOT). “Karena administrasi kepemilikan, sertifikat dan DED juga sudah lengkap,” akunya.

Nantinya sesuai perundingan awal yang telah direncanakan pada 2013, proyek ini bernilai Rp 1,5 triliun dan mulai terhitung pada 2014. Untuk ketetapannya sendiri pengelolaan BOT ini tetap berjalan sesuai kesepakatan, bahkan juga kontraktor tetap membayar kontribusi kepada Pemprov sesuai dengan perjanjian walaupun lahan belum mulai digarap. JBC nantinya akan dibangun hotel 21 lantai, Convention Center dan Mall serta pusat perbelanjaan.

Proyek ini sendiri sebelumnya sempat jalan ditempat karena masalah teknis yakni konflik sengketa lahan antara pemerintah Provinsi Jambi dengan orang yang mengaku sebagai ahli waris lahan tersebut. Ujungnya, konflik ini berakhir di putusan MA yang menyatakan Pemprov sebagai pemilik lahan sah.

Penulis: Zulkipli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved