FAKTA Kecelakaan Maut Bus Sriwijaya, Ada Penumpang Gelap, Hasanah Mengaku Tiba-tiba Berada Dalam Air

Kecelakaan maut terjadi di Liku Lamatang Indah, Perahu Dempo Pagaralam, Sumatera Selatan. Bus PO Sriwijaya dengan rute perjalanan Bengkulu-Pale

Editor: rida
Kompas.com
Proses evakuasi 37 penumpang bus Sriwijaya yang mengalami kecelakaan di Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12/2019).Akibat kejadian tersebut 24 orang tewas.(Dok. BASARNAS PALEMBANG) 

Pada pukul tersebut bus Sriwijaya mengalami kecelakaan yaitu masuk ke dalam jurang di Liku Lematang, Prahu Sipo, Dempo Selatan, Kota Pagaralam.

Kapolres Pagaralam AKBP, Dolly Gumara SIK melalui Kasat Lantas, Iptu Rizky Mozam SH MH membenarkan peristiwa kecelakaan tersebut.

Dugaan sementara kecelakaan bus Sriwijaya terjadi karena mengalami rem blong.

Dijelaskan oleh Iptu Rizky, sebelum jatuh ke jurang, Bus Sriwijaya terlebih dahulu menabrak tembok penahan Liku Lematang.

Hilang kendali, bus tersebut kemudian jatuh ke jurang dengan ketinggian sekitar 150 meter menuju ke aliran Sungai Lematang.

Mengenai penyebab kecelakaan, polisi menduga bus masuk ke jurang karena sopirnya mengantuk.

Selain itu, dikutip dari Kompas.com, polisi juga berencana memeriksa perusahaan pemilik bus untuk memastikan penyebab kecelakaan.

3 Alasan Mengapa Makan Mi Instan Berdampak Buruk Bagi Kesehatan, Hipertensi dan Jantung Mengintai

Besok Kamis 26 Desember 2019 Gerhana Matahari Cincin, Abadikan Pakai Kamera Dengan Cara Aman Ini!

VIDEO: Enam Korban PETI di Merangin Ditemukan Setelah Lima Hari, Ini Identitasnya

Sparkling White Christmas!

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumsel. Kombes Supriadi

"Pihak perusahaan juga akan diperiksa, kita koordinasi dengan Polda Bengkulu, karena lokasi perusahaan di sana" jelas Kombes Supriadi.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Selatan, Nelson Firdaus, bus Sriwijaya memang dinyatakan tak layak jalan.

Hal itu diketahui setelah Dinas Perhubungan Sumatera Selatan menelusuri hasil ramp check bus tersebut setelah kecelakaan terjadi.

"Isi ramp check-nya tidak sesuai dengan aturan, seharusnya tak beroperasi. Masih banyak permasalahan lain, bus ini memang semestinya tidak layak jalan,"kata Nelson.

Sumber: TribunnewsWiki
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved