Operasi Plastik
WANITA Ini Dendam Disebut Jelek oleh Ayah Kandung, Nekat 200 Kali Operasi Plastik, Habiskan Rp 32 M
TRIBUNJAMBI.COM - Karena sering diejek oleh kandungnya berwajah jelek, wanita cantik bernama Star Delguidice
TRIBUNJAMBI.COM - Karena sering diejek oleh kandungnya berwajah jelek, wanita cantik bernama Star Delguidice ini rela lakukan 200 operasi plastik dengan biaya Rp 32 miliar.
Demi mendapatkan kecantikan yang sempurna, Star Delguidice rela menjalani lebih dari 200 prosedur operasi plastik.
Bahkan jumlah uang yang dikeluarkan wanita ini untuk operasi plastik juga fantastis, yakni mencapai Rp32 miliar!
Alasan kecanduannya operasi plastik ini terbilang miris.
• PERTEMPURAN Sengit, Sosok Kopassus Satu-satunya Selamat 5 Hari Pura-pura Mati Ditumpukan Jenazah
Sejak kecil, sang ayah kerap menghina dan menyebut gadis asal Birmingham itu memiliki wajah jelek.
Ucapan tersebut ternyata terus-menerus mengendap di hati Star dan memotivasinya untuk melakukan segala cara untuk operasi plastik.
Wanita berusia 28 tahun ini telah menjalankan 200 operasi dan bersumpah untuk tidak menghentikan eksperimennya untuk mencari kecantikan sejati.

Ia sudah menghabiskan Rp32 miliar dalam 200 operasi tersebut.
Operasi pertama ia jalankan ketika memasuki usia 17 tahun.
• OPERASI Kilat Kopassus Hanya Butuh 5 Peti Jenazah, padahal Benny Telanjur Siapkan 17 Peti Mati
Star sangat ingin terlihat seperti boneka Barbie dan tidak yakin dengan penampilannya, karena sang ayah yang selalu mengejek gemuk dan jelek.
Ia memutuskan untuk melakukan operasi dan menginginkan wajah serta tubuhnya mirip artis ternama, Jennifer Lopez.
Dia telah menjalani operasi yang sangat banyak, mulai dari sedot lemak, pembesaran payudara, implan pipi, hidung, bahkan transformasi rahang.
Bahkan, ia pernah hampir meninggal karena tidak bisa bernapas saat operasi hidung yang dijalaninya sempat gagal.
• BENNY Moerdani Banting Baret Merah, hingga Para Jenderal Kaget: Rupanya Gegara Prajurit Berkaki Satu

Bukan hanya operasi, untuk membuang kenangan buruknya di masa kecil ternyata Star telah mengganti nama, yang dulunya adalah Stacey.
Menurutnya, dulu ia sangat menderita karena intimidasi berbagai pihak mengenai wajahnya, dijauhi teman-teman hingga perceraian orang tua.
Star bahkan sampai tidak percaya bahwa teman bisa didapat dengan mudah.
Ternyata usaha untuk mengumpulkan uang dalam menjalani operasi plastik tidaklah mudah.
Ia harus menjadi penari di daerah Kutub dan bekerja di bidang properti.
• RUBEN Terpaksa Bohongi Betrand Peto, Kaget Anak Angkat Sarwendah Diperlakukan Begini di Panggung
Dilansir dari Boldsky, dalam sebuah wawancara Star berkata:
"Kebanyakan orang tidak mengerti kecanduan saya untuk operasi tapi Star adalah saya yang baru. Saya tidak ingin kembali menjadi Stacey."
Kini, dia harus menghabiskan sejumlah uang setiap bulannya untuk filter bibir, kuku akrilik, produk makeup, dan perawatan kulit.
Kisah hidup dari Star ini mengajarkan kepada kita semua untuk tidak mengintimidasi orang karena akan berdampak buruk untuk ke depannya.
Selain itu, cintai dirimu karena semua wanita hakikatnya dilahirkan cantik!
• Pesona Lesung di Festival Kampung Senaung 2019, Hiburan Tahunan Warga di Muarojambi

Tolak Ajakan Menikah, Wanita Ini Ditembak Mati, Bibirnya Sampaikan Sebuah Pesan Jelang Ajal
Semua wanita pasti mendambakan sebuah pernikahan.
Ajakan menikah lewat lamaran yang dilakukan oleh seorang pria harusnya berakhir menyenangkan dan bahagia.
• Ruang Rawat Bripda Saud di RSUD STS Tebo Dijaga Ketat, Banyak Polisi Berbaju Sipil
Namun, hal itu nyatanya tak terbukti di kasus berikut ini.
Wanita ini harus meregang nyawanya setelah ditembak oleh seorang pria.
Usut punya usut, wanita yang bernama Asma Rani ini ditembak mati oleh Mujahidullah Afridi, dikutip dari TribunTimur, Kamis (18/4/2019).

Afridi melakukan penembakan terhadap Rani gara-gara lamarannya ditolak oleh sang wanita.
Rani ditembak di kampung halamannya di Kohat, Pakistan.
• Evakuasi Korban PETI di Merangin Dihentikan Sementara, 5 Penambang Asal Pati Masih Tertimbun Lonsor
Insiden ini terjadi pada akhir Januari lalu.
Afridi adalah seorang pria yang memiliki latar belakang politik yang kuat.
Sementara Rani, seorang mahasiswi kedokteran di Abbottabad Medical College.
Kejadian bermula saat Rani sedang berada di Kohat untuk melakukan vaksinasi.
• Keluarga Besar Pomparan Toga Marbun di Jambi Akan Didata Ulang
Di sana, Afridi yang ditemani saudaranya, Sadiqullah, melepaskan tembakannya ke arah Rani.

Tak segan-segan, Afridi menambak Rani hingga tiga kali.
Segera Rani dilarikan ke rumah sakit dan meninggal keesokan harinya.
Sebuah video beredar hingga menjadi viral terkait detik-detik ajal menjemput gadis ini.
Jelang ajalnya, Rani masih berusaha untuk menyampaikan sesuatu dari mulutnya.
• Air Sungai Batanghari di Tebo Bisa Kembali Meluap, Air Limpahan dari Sumbar Perlu Diwaspadai

Suaranya terdengar tak karuan menyebut sebuah nama.
Rupanya Rani menyebut nama Mujahidullah Afridi.
Mujahidullah Afridi yang telah menembaknya.
Mendengar hal ini, keluarga Rani menduga jika Afridi dendam karena lamarannya telah ditolak.
Ayah Rani kemudian memohon keadilan dari pejabat tinggi setempat.
Polisi Khyber Pakhtunkhwa menghubungi Badan Investigasi Federal (FIA) karena mengeluarkan surat perintah atas tersangka Mujahid.
• Enam Pekerja PETI di Merangin Tewas Terkubur, Kapolres: Masyarakat Belum Mau Terbuka
Selama penyelidikan, terungkap Afridi telah meninggalkan Pakistan dan menuju Arab Saudi.
Namun, saudaranya, Sadiqullah telah ditangkap polisi.
Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com