WIKIJAMBI Pesona Lesung Senaung, Hadirkan Suara Kerinduan di Muarojambi

Pesona Lesung Senaung menjadi rangkaian Festival Kampung Senaung, Jumat malam (20/12).

WIKIJAMBI Pesona Lesung Senaung, Hadirkan Suara Kerinduan di Muarojambi
Tribunjambi/Samsul Bahri
Pesona Lesung Senaung di Muarojambi. 

WIKIJAMBI Pesona Lesung Senaung, Hadirkan Suara Kerinduan di Muarojambi

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Pesona Lesung Senaung menjadi rangkaian Festival Kampung Senaung, Jumat malam (20/12). Pesona Lesung Senaung ini merupakan ide dari sekelompok orang yang tergabung dalam Serempak Maro dari Desa Senaung, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muarojambi.

Sudah menjadi tradisi setiap kegiatan dikerjakan secara bersama-sama. Lesung merupakan tradisi di Desa Senaung yang mana Lesung digunakan kaum perempuan untuk mengolah padi atau beras. Biasanya juga tidak hanya kaum perempuan yang melakukan Lesung, terkadang juga dibantu oleh laki-laki.

Dari kegiatan inilah timbul komunikasi antar tetangga atau bahkan sesama pelesung. Sehingga keakaraban satu sama lain dapat terjalin melalui kegiatan Lesung ini. Inilah suatu kearifan lokal yang ada di Desa Senaung yang belum tentu kaum-kaum milenial tahu akan tradisi ini.

Festival Kampung Senaung 2019, Banyak Tampilkan Seni Lokal Muarojambi

Petugas Bantu Evakuasi 6 Korban PETI di Merangin, Satu Penambang Tewas Mengenaskan

BREAKING NEWS Enam Penambang PETI di Merangin Terkubur Tanah Galian

Kesaksian Warga Melihat Anggota Densus 88 Duel dengan Terduga Teroris di Tebo, Ada Darah Mengalir

Kelompok Serempak Maro ini diketuai oleh Dedi Daim. Ia menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan Festival Kampung Senaung dengan diisi pelaksanaan Pesona Lesung Senaung ini merupakan ide yang muncul dari keanggotaannya.

"Pesona Lesung ini mengembalikan ingatan kita pada masa lampu dimana masyarakat pada jaman dulu menggunakan lesung untuk menumbuk beras menjadi tepung yang digunakan membuat kue dan semacamnya," sebutnya.

Selain itu, kata Dedi melalui Pesona Lesung ini juga mengembalikan kerinduan terhadap suara-suara yang ditimbulkan dari kegiatan menumbuk beras dengan menggunakan lesung. Untuk itu, kegiatan Pesona Lesung Senaung ini menghadirkan suara-suara tersebut dalam tarian lesung.

Tarian lesung ini merupakan tarian kreasi yang dimainkan oleh gadis-gadis Desa Senaung yang menggunakan penutup kepala yang disebut tengkuluk. Penari membawa kayu yang digunakan untuk menumbuk lesung yang disebut dengan alu.

Para penari membawa alu dan tangkai padi tua yang kemudian menari dengan memukul lesung menggunakan alu tersebut. Tarian ini diiringi dengan musik modern, membuat tarian ini memukau dengan sesekali terdengar suara hentakan alu ke lesung.

Bupati Muarojambi, Masnah Busro yang membuka kegiatan Pesona Lesung Senaung ini berharap kepada Komunitas Serempak Maro Desa Senaung, untuk terus berupaya menggali budaya-budaya lama yang ada di Desa Senaung.

"Ucapan terima kasih saya kepada yang hadir dan penyelenggara. Kepada komunitas Serempak Maro saya harap kedepan banyak menggali budaya lama kita, supaya budaya yang kita miliki tidak habis oleh waktu dan tidak lekang digerus jaman," katanya.

Penulis: samsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved