Mulai 'Perang Dingin' Menteri Edhy Prabowo dengan Susi Pudjiastuti, Tak Takut Ekspor Benih Lobster

Sempat dikritik Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ternyata tidak takut jika diserang ataupun dibully di Media Sosial

Mulai 'Perang Dingin' Menteri Edhy Prabowo dengan Susi Pudjiastuti, Tak Takut Ekspor Benih Lobster
ISTIMEWA
Mulai 'Perang Dingin' Menteri Edhy prabowo dengan Susi Pudjiastuti, Tak Takut Ekspor Benih Lobster 

Mulai 'Perang Dingin' Menteri Edhy Prabowo dengan Susi Pudjiastuti, Tak Takut Ekspor Benih Lobster

TRIBUNJAMBI.COM - Sempat dikritik Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ternyata tidak takut jika diserang ataupun dibully di Media Sosial soal Ekspor Benih Lobster.

Nampaknya, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dengan Susi Pudjiastuti mulai menjadi sorotan banyak pihak.
Ya, hingga kini perbandingan kebijakan antara Menteri Edhy Prabowo dengan Susi Pudjiastuti terus dikait-kaitkan oleh warganet.
Apalagi khususnya masala polemik ekspor benih lobster yang mendadak mencuat di media sosial.

Namun, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengaku tidak akan terpengaruh dengan polemik yang terjadi.

Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan di Rapat Kerja Teknis Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) di Sleman, Kamis (19/12/2019).

"Walaupun ribut di masyarakat silakan saja ribut, wong enggak ngerti materinya kok, enggak ngerti urusannya, kok tiba-tiba ngomong," ujar Edhy Prabowo, Kamis.

Dikritik Susi, Menteri Edhy Prabowo Gak Takut Diserang di Medsos soal Ekspor Benih Lobster
Dikritik Susi, Menteri Edhy Prabowo Gak Takut Diserang di Medsos soal Ekspor Benih Lobster (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Menurut Edhy Prabowo mengungkapkan, di dalam polemik yang dibahas hanyalah mengenai ekspor benih lobster.

Padahal, sebenarnya tujuan akhirnya bukanlah eskpor.

"Bukan ekspor tujuan akhir kita tentang benur ini. Ini hanya salah satu saja," ucapnya.

Dijelaskanya, terkait dengan lobster persoalanya adalah karena ada peraturan menteri (permen).

Menurutnya, peraturan menteri tersebut bersifat menghambat.

Halaman
1234
Editor: Tommy Kurniawan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved