Program Replanting

Anggaran Tersedia Rp 3 Miliar, Target Replanting Karet Masih 70 Persen

Target replanting atau peremajaan perkebunan karet di Kabupaten Batanghari hingga Desember ini belum mencapai 100 persen.

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi | Editor: Fifi Suryani
Tribun Jambi/Abdullah Usman
Replanting karet di Batanghari. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Target replanting atau peremajaan perkebunan karet di Kabupaten Batanghari hingga Desember ini belum mencapai 100 persen.

Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Batanghari, Jumri menyebut, hingga saat ini progres replanting karet baru mencapai 70 persen.

Menurutnya, jika target replanting tak tercapai 100 persen pada tahun ini lantaran disebabkan faktor cuaca.
"Jika tak capai target karena kita tahu Kabupaten Batanghari dilanda kemarau panjang."

"Sedangkan jika para petani karet kemarin memaksakan untuk tetap menanam, maka akan gagal," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (18/12).

Meski demikian, Jumri menyebut bahwa seluruh bantuan kepada para petani karet sudah diberikan semua secara gratis.
Ia memaparkan, untuk tahun ini replanting karet bersumber dari dua dana yakni APBN sekira Rp 2,4 miliaran dengan luas 350 hektare, lalu dana APBD II sekitar Rp 719 jutaan dengan luas 45 hektare.

"Bantuan yang diberikan dari APBN itu di antaranya berupa bibit, mesin chainsaw, saprodit. Sedangkan Bantuan dari APBD II yaitu bibit, pupuk dan pembukaan lahan dengan alat berat," kata Jumri.

Untuk diketahui, 350 hektare replanting karet dari dana APBN tersebut tersebar di enam kecamatan dengan masing-masing jatah, yakni Pemayung 30 hektare, Muara Bulian 120 hektare, Bajubang 32 hektare, Muara Tembesi 23 hektare, Maro Sebo Ulu 30 hektare dan Bathin XXIV 60 hektare.

Sementara, 45 hektare yang bersumber dari APBD II berada di Kelurahan Sungai Rengas, Kecamatan Maro Sebo Ulu seluas 30 hektare dan Desa Simpang Karmeo, Kecamatan Bathin XXIV 15 hektare.

"Pada intinya Disbunnak ingin mempertahankan komoditi unggulan Batanghari yakni karet. Meski saat ini harga karet masih anjlok dan orientasi masyarakat menuju ke sawit."

"Kita ingin mempertahankan ini. Agar ketika harga sawit anjlok, masyarakat masih punya pilihan ke karet," jelasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved