Pasien Dipindah-pindah, Sampai "Dilempar" ke Kota Jambi, Gara-gara RSUD KH Daud Arif Penuh
Ruang rawat inap di RSUD KH Daud Arif penuh, pasien terpaksa dirujuk ke Kota Jambi.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Nani Rachmaini
Pasien Dipindah-pindah, Sampai "Dilempar" ke Kota Jambi, Gara-gara RSUD KH Daud Arif Penuh
TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Ruang rawat inap di RSUD KH Daud Arif penuh, pasien terpaksa dirujuk ke Kota Jambi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunjambi.com dari ruang IGD RSUD KH DAUD ARIF Kuala Tungkal pasien sempat tertahan dikarenakan ruangan penuh.
Bahkan, dikarenakan keterbatasan ruangan tersebut pasien pun terpaksa dirujuk ke Kota Jambi untuk mendapatkan pengobatan.
• Siswa SMA di Tanjabtim Sempat Curhat Begini ke Ortu, Sebelum Akhiri Diri di Tiang Rumah
Edi, Orang Tua Ipah (10) yang ditemui Tribunjambi.com mengakui berdasarkan informasi yang diterimanya bahwa terdapat beberapa pasien anak yang dirujuk ke Jambi.

Begitupula anaknya, berdasarkan rekomendasi pihak rumah sakit warga yang tinggal di Parit IV, Sungai Saren dirujuk ke Jambi
Sebelumnya Ipah (10) dirujuk ke RSUD KH Daud Arif dari Klinik Medika, Kuala Tungkal karena positif DBD.
"Sekitar jam 19 WIB masuk ke UGD. Pada saat itu ada empat orang pasien yang menunggu di UGD belum juga mendapatkan ruangan rawat inap," ujarnya.
• BREAKING NEWS: Pelajar di Sarolangun Tewas di Tempat, Terkapar Masih Kenakan Seragam Sekolah
"Pihak rumah sakit menyarankan rujuk ke Jambi. Saat ditanyakan apa alasan rujukan, pihak medis mengatakan ruangan rawat inap penuh," ujarnya.
Bahkan saat pihak keluarga bertanya kalau dari sisi penanganan medis bagaimana, dokter piket menjawab bahwa jika penanganan medis di sini (RSUD KH Daud Arif, red) sanggup, hanya saja ruangan rawat inap yang tidak ada alias penuh.
Menanggapi hal tersebut, dia mengatakan pasien tersebut sudah berada di dalam ruangan meskipun ruangan sementara.
• Daftar 14 Tim Liga Champions 2019-2020 Lolos ke Babak 16 Besar, Inter Milan Tersingkir?
"Idak lah, sudah di ruangan lah, ada lah numpang-numpang di ruang lain. Sudah di ruangan lah dia," ujarnya.
Dia juga mengakui bahwa akibat ruangan yang terbatas dan tidak dapat ruangan, pasien terpaksa dirujuk ke Jambi.
Disebutkannya, kapasitas 200 pasien, namun pasien yang tak dapat ruangan biasanya dialihkan ke ruangan lain. Mereka tetap berusaha melayani pasien, mengusahakan solusinya bila ruangan penuh.
• Download Lagu MP3 DJ Remix 10 Jam Nonstop Full Bass, Video DJ Nanda Lia, DJ Tik Tok dan DJ Slow
"Kita maunya pasien tertampung, tapi fasilitas kita kurang. Tidak bisa kita mengalahkan rumah sakit," katanya.
Sementara ruangan yang sebelumnya digunakan sebagai rawat inap VIP, saat ini digunakan sebagai kantor.
Untuk pengalihan kembali, Suhaimi mengaku tidak tidak bisa lagi sebab sudah menjadi ruangan kantor. (Darwin Sijabat/ Tribunjambi.com)
FOLLOW INSTAGRAM TRIBUN JAMBI:
.