Akhir Tahun, Serapan Anggaran Pemprov Jambi Baru 73 Persen
Serapan anggaran di Pemerintah Provinsi Jambi belum bisa diprediksi. Ini mengingat pencairan ada yang dilakukan di akhir tahun.
Penulis: Zulkipli | Editor: Teguh Suprayitno
Akhir Tahun, Serapan Anggaran Pemprov Jambi Baru 73 Persen
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Serapan anggaran di Pemerintah Provinsi Jambi belum bisa diprediksi. Ini mengingat pencairan ada yang dilakukan di akhir tahun, tergantung serapan fisik atau belanja langsung pada proyek pekerjaan pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Hal itu disampaikan Kepala Badan Kuangan Daerah (Bakeuda) Provinsi Jambi Agus Pirngadi, saat dikonfurmasi Tribunjambi.com. Berdasarakan catatan Bakeuda, Agus menyebut data terakhir pada 30 November, serapan anggaran ada pada angaka 73,61 persen. “ Itu untuk 30 November, sementara sampai dengan tanggal hari ini belum diposting,” katanya.
Dari catatan itu jumlah APBD Murni dan perubahan tercatat sebanyak Rp 5,222 Triliun. Sementara yang baru pencairan atau telah melewati Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) ada pada Rp 3,844 Triliun. “Termasuk didalamnya untuk belanja langsung (LS) sudah Rp3,118 Triliun,” katanya.
• Musnahkan Barang Bukti, Kejari Batanghari Bakar Motor, Sabu, Ganja hingga Celana Dalam
• Pemodal PETI Pergi, Aksi Pencurian Marak di Batang Asai, Camat Singgung Soal Narkoba
• Ombudsman Rilis Hasil Survei Kepatuhan Pelayanan Publik Pemprov Jambi, Ini Hasilnya
• Abdul Salam dan Cek Man Saling Tuding Soal Uang Suap Ketok Palu
Nantinya kata Agus ditargetkan serapan anggaran yang disepakati Pemprov ada pada angka 90 persen lebih. “Tetapi nanti apa tercapai tareget di angka 95 persen kita lihat diakhir Desember,” katanya.
Sementara untuk LS sendiri dia menyebut sejauh tanggal kontrak kerja proyek pada 28 Desember, maka bisa dicairkan pada 30 Desember. “Untuk fisik juga tanggal 28 sampai 30 Desember itu pencairan,” jelasnya.
Sedangkan untuk Pendapatan asli Daerah (PAD) disampaikan Agus sesuai progress. Menurutnya, diprediksi hingga akhir tahun bakal mencapai 100 persen lebih. Walaupun retribusi masih ada Dinsa yang dibawah target.
“Tetapi retribusi ini tertutupi dengan pajak, untuk OPD mana yang tak capai target (retribusinya) kita tak tahu, karena belum pegang data,” ungkapnya.
Begitupun untuk serapan anggaran Dinas mana yang jauh dari target, Agus menyebut belum bisa menyampaikan karena melihat hingga akhir bulan ini. “Belum dapat rigit masih perlu diposting dulu,” jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/10122019_pemprov-jambi.jpg)