Breaking News:

Abdul Salam dan Cek Man Saling Tuding Soal Uang Suap Ketok Palu

Tahap mendengarkan saksi sidang terdakwa Effendi Hatta, Zainal Abidin dan Muhammadiyah sempat terjadi tuding-tudingan, pada Selasa (10/12).

Penulis: Jaka Hendra Baittri | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Jaka HB
Saksi terdakwa Effendi Hatta, Zainal Abidin dan Muhammadiyah sedang lihat bukti berkas, pada Selasa (10/12) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jambi. 

Abdul Salam dan Cek Man Saling Tuding Soal Uang Suap Ketok Palu

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI -Tahap mendengarkan saksi sidang terdakwa Effendi Hatta, Zainal Abidin dan Muhammadiyah sempat terjadi tuding-tudingan, pada Selasa (10/12).

Tuding-tudingan ini berawal dari Abdul Salam mantan anggota DPRD Provinsi Jambi yang merupakan saksi. Salam mengakui dirinya dikirim uang. Namun, dia menegaskan bahwa uang itu adalah hak dia yang dia tagih terus ke Cek Man.

"Tiap bulan dipotong gaji saya Rp2,5 juta sama Cek Man. Itu keputusan sepihak, jadi saya tagihlah ke Cek Man karena rupanya uang gaji saya yang dipotong Cek Man itu tidak pernah diberikan ke DPP Hanura," ungkap Salam.

Cek Man sendiri mengaku bahwa pemotongan itu adalah perintah Partai tidak ada hubungannya soal suap ketok palu.

Tidak Melaporkan LKPM Online, Pelaku Usaha Terancam Dicabut Izin Usahanya

Fachrori Dianugerahi Penghargaan Pembina Kabupaten dan Kota Peduli HAM

BPS: NTP Provinsi Jambi November 2019 Naik 1,13 Persen

VIDEO: Foto-foto Pantai Cemara Diserbu Puluhan Ribu Burung Migran, Tanjabtim Jadi Persinggahan

"Saya ada kirim uang ke Abdul Salam Rp90 juta ke rekening Mandiri dia. Uang ketok palu itu," jelas Cek Man.

Lantas Salam menjawabnya. "Tidak pak, itu uang hak saya yang saya tagih ke Cek Man. Rp2,5 juta selama tiga tahun gaji saya dipotong, itu yang saya tagih terus pak. Jadi saya kirim no rekening saya, dikembalikan lah. Soal dari mana uangnya saya tidak tahu menahu," jawab Agus Salam.

Cek Man kembali membalas bahwa sejak awal Salam menelpon dirinya bukan menagih uang potongan namun meminta jatah uang ketok palu.

"Dia nelpon saya bertanya mana jatah saya, ya jatah ketok palu itu pak," jawab Cek Man lagi.

Perdebatan keduanya dihentikan Hakim Ketua, Yandri Roni. Hakim meminta urusan partai tidak terbawa karena urusan lain.

"Sudah sudah, jadi pak Abdul Salam gajinya dipotong tiap tahun sama Cek Man. Pas ada kabar uang suap ketok palu, pak Agus Salam minta jatah untuk ganti uang gaji dia yang dipotong, itu gitu aja jangan perpanjangan lagi JPU," potong Hakim Ketua.(Jaka HB)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved