Jumat, 1 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kena Kasus Penyelundupan Harley Bekas, Saham Garuda Indonesia Turun 2,41%

Salah satunya kasus penyelundupan Harley Davidson yang dilakukan direksi Garuda Indonesia. Negara berpotensi mengalami kerugian hingga Rp 1,5 miliar

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
kompas.com
Kasus Penyelundupan Harley di Garuda Indonesia 

Kena Kasus Penyelundupan Harley bekas, Saham Garuda Indonesia Turun 2,41%

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Pencopotan Direktur Utama PT PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mempengaruhi harga saham perusahaan berkode emiten GIAA itu.

Pada perdangan Jumat (6/12/2019), saham GIAA turun 2,42 persen atau 12 poin ke level 484.

Adapun selama sepekan ini saham GIIA juga cenderung terkoreksi 2,42 persen.

Penurunan saham ini tidak lepas dari berbagai sentimen negatif yang membayangi perusahaan penerbangan pelat merah itu.

Salah satunya kasus penyelundupan Harley Davidson yang dilakukan direksi Garuda Indonesia.

Onderdil motor Harley Davidson yang diselundupkan Ari Askhara, Dirut Garuda yang berujung dipecat Erick Thohir
Onderdil motor Harley Davidson yang diselundupkan Ari Askhara, Dirut Garuda yang berujung dipecat Erick Thohir (Instagram)

Berdasar data yang dihimpun Kontan, negara berpotensi mengalami kerugian hingga Rp 1,5 miliar dengan adanya penyelundupan ini.

Kasus tersebut yang kemudian membuat Menteri Bahan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi mencopot Ari Askhara dari jabatannya Direktur Utama PT Garuda Indonesia (persero) Tbk., Kamis (5/12/2019).

Walaupun dibayangi sentimen negatif, Kepala Riset Koneksi Kapital Indonesia Marolop Alfred Nainggolan melihat pasar masih menaruh kepercayaan terhadap GIAA.

Hal ini terlihat dari performa GIAA yang secara year to date (ytd) masih menghijau.

Said Sidu Sebut Mantan Menteri BUMN Istimewakan Ari Askhara, Benakah Karena Titipan?

Penampakan Rumah Ari Askhara, Eks Dirut Garuda yang Dipecat Gara-gara Angkut Harley dan Brompton

Berdasar RTI business, saham GIAA menguat 62,42 persen ytd.

"Saya melihat pasar sudah bisa memisahkan case non-fundamental, khususnya lebih kepada personal," katanya seperti dikutip dari Kontan.co.id, Senin (9/12/2019).

elama masa jabatan Ari Askhara, Garuda sendiri dihinggapi berbagai masalah, mulai Dugaan duopoli Garuda Indonesia dan Lion Air, rangkap jabatan direktur Garuda Indonesia, diduga monopoli umrah, kasus laporan keuangan Garuda, beredar kabar pemogokan karyawan, hingga berseteru dengan Youtuber Rius Vernandes.

Pasar masih melihat faktor fundamental perusahaan.

Hal ini terlihat dari kasus-kasus yang menerpa GIAA dalam jangka waktu setahun, akan tetapi sahamnya masih bisa bertahan di harga Rp 484.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved